Inggris Galang Rp14 Triliun untuk Indonesia dan Negara Lain Akses Vaksin
Selasa, 12 Januari 2021 - 01:02 WIB
loading...
A
A
A
Pada Minggu, 10 Januari 2020, 75 tahun setelah pertemuan pertama Sidang Umum PBB di London, Inggris akan menjadi tuan rumah acara peringatan virtual yang akan mempertemukan Sekretaris Jenderal PBB, Lord Ahmad, dan masyarakat sipil untuk merayakan pencapaian besar tersebut. Mereka akan mendiskusikan cara membangun topik kolaborasi kita termasuk isu gender dan kesehatan.
Acara peringatan ini menandai peran Inggris dalam pembentukan PBB, yang telah merundingkan 172 penyelesaian damai yang telah mengakhiri konflik dan lebih dari 300 perjanjian internasional dari konvensi hak asasi manusia hingga perjanjian tentang penggunaan luar angkasa, perdagangan senjata, dan lautan.
PBB saat ini menjalankan 12 misi penjaga perdamaian untuk mengatasi konflik di seluruh dunia.
Indonesia bergabung dengan Inggris menjadi kontributor penting dalam pekerjaan penting ini, dengan sekitar 2.828 penjaga perdamaian yang ditempatkan di negara-negara di seluruh dunia, termasuk Lebanon, Republik Demokratik Kongo, dan Haiti, menjadikan Indonesia sebagai kontributor penjaga perdamaian terbesar ke-8 di dunia, dari 119 negara kontributor.
Inggris ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia yang baru saja menyelesaikan masa jabatan keempatnya sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB dan atas kontribusi Indonesia pada isu Afghanistan dan Keterlibatan Perempuan dalam misi Perdamaian dan Keamanan.
Sebagai penghormatan tetap atas 75 tahun kinerja PBB, halaman di sebelah Westminster Central Hall yang secara resmi dikenal sebagai Broad Sanctuary Green tempat pertemuan pertama diadakan, akan dinamai ulang menjadi 'United Nations Green'.
Pada Senin 11 Januari, Sekretaris Jenderal PBB secara virtual bertemu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Menteri di Kementerian Luar Negeri Inggris Lord Ahmad, James Cleverly, Lord Goldsmith dan Wendy Morton, dan Presiden yang Ditunjuk COP26, Alok Sharma. Sekretaris Jenderal PBB juga akan mengadakan diskusi dengan Uskup Agung Canterbury.
Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal PBB menghadiri diskusi COP26 tentang energi bersih, bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Presiden COP26, dan menteri-menteri dari seluruh dunia. Sejak 2011, dana bantuan Inggris telah memberikan akses ke energi bersih yang lebih baik bagi lebih dari 26 juta orang, bahkan menuju masa depan dengan ambisi yang lebih tinggi, setelah berkomitmen untuk menginvestasikan 11,6 miliar poundsterling dari Pembiayaan Iklim Internasional mulai April 2021.
Acara peringatan ini menandai peran Inggris dalam pembentukan PBB, yang telah merundingkan 172 penyelesaian damai yang telah mengakhiri konflik dan lebih dari 300 perjanjian internasional dari konvensi hak asasi manusia hingga perjanjian tentang penggunaan luar angkasa, perdagangan senjata, dan lautan.
PBB saat ini menjalankan 12 misi penjaga perdamaian untuk mengatasi konflik di seluruh dunia.
Indonesia bergabung dengan Inggris menjadi kontributor penting dalam pekerjaan penting ini, dengan sekitar 2.828 penjaga perdamaian yang ditempatkan di negara-negara di seluruh dunia, termasuk Lebanon, Republik Demokratik Kongo, dan Haiti, menjadikan Indonesia sebagai kontributor penjaga perdamaian terbesar ke-8 di dunia, dari 119 negara kontributor.
Inggris ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia yang baru saja menyelesaikan masa jabatan keempatnya sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB dan atas kontribusi Indonesia pada isu Afghanistan dan Keterlibatan Perempuan dalam misi Perdamaian dan Keamanan.
Sebagai penghormatan tetap atas 75 tahun kinerja PBB, halaman di sebelah Westminster Central Hall yang secara resmi dikenal sebagai Broad Sanctuary Green tempat pertemuan pertama diadakan, akan dinamai ulang menjadi 'United Nations Green'.
Pada Senin 11 Januari, Sekretaris Jenderal PBB secara virtual bertemu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, Menteri di Kementerian Luar Negeri Inggris Lord Ahmad, James Cleverly, Lord Goldsmith dan Wendy Morton, dan Presiden yang Ditunjuk COP26, Alok Sharma. Sekretaris Jenderal PBB juga akan mengadakan diskusi dengan Uskup Agung Canterbury.
Pada hari yang sama, Sekretaris Jenderal PBB menghadiri diskusi COP26 tentang energi bersih, bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Presiden COP26, dan menteri-menteri dari seluruh dunia. Sejak 2011, dana bantuan Inggris telah memberikan akses ke energi bersih yang lebih baik bagi lebih dari 26 juta orang, bahkan menuju masa depan dengan ambisi yang lebih tinggi, setelah berkomitmen untuk menginvestasikan 11,6 miliar poundsterling dari Pembiayaan Iklim Internasional mulai April 2021.
(sya)
Lihat Juga :