Kanada dan Inggris Berbelasungkawa pada Keluarga Korban Sriwijaya Air
Senin, 11 Januari 2021 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Situs pelacakan FlightRadar24 melaporkan penerbangan tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan kemudian naik ke ketinggian 10.900 kaki dalam waktu empat menit tetapi kemudian mulai turun tajam dan berhenti mengirimkan data 21 detik kemudian. (Baca juga: Sriwijaya Air SJ 182 Masih Laik Terbang meski Sudah Berusia Tua )
"Ada banyak suara yang dibuat tentang kecepatan penurunan terakhirnya," kata Geoff Dell, pakar investigasi kecelakaan udara yang berbasis di Australia.
"Ini adalah indikasi dari apa yang terjadi tetapi mengapa itu terjadi masih dalam banyak hal masih merupakan tebakan. Ada banyak cara untuk membuat pesawat turun dengan kecepatan seperti itu," ujarnya.
Pihak maskapai mengatakan pesawat yang jatuh sudah berusia sekitar 26 tahun dan masih laik terbang.
"Ada banyak suara yang dibuat tentang kecepatan penurunan terakhirnya," kata Geoff Dell, pakar investigasi kecelakaan udara yang berbasis di Australia.
"Ini adalah indikasi dari apa yang terjadi tetapi mengapa itu terjadi masih dalam banyak hal masih merupakan tebakan. Ada banyak cara untuk membuat pesawat turun dengan kecepatan seperti itu," ujarnya.
Pihak maskapai mengatakan pesawat yang jatuh sudah berusia sekitar 26 tahun dan masih laik terbang.
(min)
Lihat Juga :