Dampak Penyerbuan US Capitol, Parlemen Belgia Tinjau Sistem Keamanan Kantor Mereka
Sabtu, 09 Januari 2021 - 06:02 WIB
loading...
Parlemen Belgia dilaporkan meluncurkan peninjuan keamanan di seluruh komplek perkantoran mereka. Foto/Ist
A
A
A
BRUSSELS - Parlemen Belgia dilaporkan meluncurkan peninjuan keamanan di seluruh komplek perkantoran mereka. Tinjauan ini dilakukan sebagai dampak penyerbuan pendukung Donald Trump ke Capitol Hill, yang merupakan gedung Parlemen Amerika Serikat (AS).
Parlemen Federal Belgia terletak di lokasi yang disebut "zona netral" di Brussel, lingkungan yang merupakan rumah bagi Istana Kerajaan, kantor dan kediaman perdana menteri, dan berbagai kementerian. Aksi demonstrasi dilarang dilakukan di wilayah tersebut.
Negara berpenduduk 11 juta orang adalah negara federal yang terdiri dari enam pemerintah dan beberapa parlemen yang tersebar di tiga wilayah. ( Baca juga: 26 Manula di Belgia Meninggal Setelah Dikunjungi Sinterklass )
"Setelah insiden di Washington, saya memeriksa keamanan parlemen kami dengan komandan yang bertanggung jawab atas polisi militer," tulis Presiden Parlemen Federal, Eliane Tillieux di akunTwitternya.
"Ada kebutuhan mendesak untuk memverifikasi bahwa kami dapat menjalankan demokrasi dengan aman sepenuhnya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (9/1/2021). ( Baca juga: Giliran Nasib Sial Datang, Para Perusuh US Capitol Dipecat Ramai-ramai )
Selain menjadi pusat pemerintahan, Brussels juga merupakan rumah bagi lembaga utama Uni Eropa dan markas besar aliansi militer Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO), di mana protes kecil tentang masalah-masalah mulai dari perubahan iklim hingga kebijakan migrasi menjadi rutinitas.
Parlemen Federal Belgia terletak di lokasi yang disebut "zona netral" di Brussel, lingkungan yang merupakan rumah bagi Istana Kerajaan, kantor dan kediaman perdana menteri, dan berbagai kementerian. Aksi demonstrasi dilarang dilakukan di wilayah tersebut.
Negara berpenduduk 11 juta orang adalah negara federal yang terdiri dari enam pemerintah dan beberapa parlemen yang tersebar di tiga wilayah. ( Baca juga: 26 Manula di Belgia Meninggal Setelah Dikunjungi Sinterklass )
"Setelah insiden di Washington, saya memeriksa keamanan parlemen kami dengan komandan yang bertanggung jawab atas polisi militer," tulis Presiden Parlemen Federal, Eliane Tillieux di akunTwitternya.
"Ada kebutuhan mendesak untuk memverifikasi bahwa kami dapat menjalankan demokrasi dengan aman sepenuhnya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (9/1/2021). ( Baca juga: Giliran Nasib Sial Datang, Para Perusuh US Capitol Dipecat Ramai-ramai )
Selain menjadi pusat pemerintahan, Brussels juga merupakan rumah bagi lembaga utama Uni Eropa dan markas besar aliansi militer Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO), di mana protes kecil tentang masalah-masalah mulai dari perubahan iklim hingga kebijakan migrasi menjadi rutinitas.
(esn)
Lihat Juga :