Erdogan: Penyerbuan Parlemen AS Adalah Aib dan Mengejutkan Umat Manusia

Sabtu, 09 Januari 2021 - 02:46 WIB
loading...
Erdogan: Penyerbuan...
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan terhadap gedung Parlemen AS oleh pendukung Donald Trump sebagai aib yang telah mengejutkan umat manusia. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyebut serangan terhadap gedung Parlemen Amerika Serikat (AS) oleh pendukung Donald Trump sebagai aib yang telah mengejutkan umat manusia. Ini adalah kecaman terbaru dari pemimpin dunia soal penyerbuan tersebut.

Erdogan sangat menyayangkan serangan, yang ditujukan untuk membatalkan kemenangan Joe Biden dan merupakan aib bagi negara yang merupakan tanah kelahiran demokrasi tersebut. ( Baca juga: Penerbitan EUA, BPOM Gunakan Hasil Uji Klinik Turki dan Brasil )

"Ini adalah aib bagi demokrasi. Kami berharap transisi ke Biden pada 20 Januari akan damai dan Amerika akan kembali damai," kata Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (9/1/2021).

Dia kemudian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas dalam serangan tersebut. ( Baca juga: Turki Mengaku Prihatin dengan Penyerbuan Kantor Parlemen AS )

Seperti diketahui, total lima orang meninggal dalam kekerasan tersebut. Terbaru adalah seorang personel Kepolisian US Capitol, Brian Sicknick, telah meninggal karena luka-luka yang dideritanya.

Terkait dengan transisi, Trump mengumumkan bahwa dia akan mengalihkan kekuasaan kepada Biden pada 20 Januari, meskipun dia tidak setuju dengan hasil pemilihan negara itu. Pernyataan ini datang setelah Parlemen AS mengesahkan hasil pilpres AS.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta menunjukkan kepada saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari,"kata Trump dalam pernyataan yang diunggah di laman Twitter Wakil Kepala Staf Komunikasi dan Direktur Media Sosial Gedung Putih, Dan Scavino.

"Saya selalu mengatakan kami akan melanjutkan perjuangan kami untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Sementara ini merupakan akhir dari masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal dari perjuangan kami untuk membuat Amerika hebat lagi!" sambungnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved