Pence Disebut Tolak Amandemen ke-25 untuk Pecat Presiden Trump

Jum'at, 08 Januari 2021 - 11:15 WIB
loading...
Pence Disebut Tolak...
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dilaporkan menentang penggunaan Amandemen ke-25 Konstitusi untuk memaksa Presiden Donald Trump turun dari jabatannya.

Laporan itu diterbitkan The New York Times, Jumat (8/1/2021), dengan mengutip seseorang yang dekat dengan Pence. Menurut laporan tersebut, Pence mengabaikan tekanan dari Partai Demokrat dan beberapa anggota Partai Republik untuk memecat bosnya tersebut. (Baca: Donald Trump Pertimbangkan untuk Ampuni Dirinya Sendiri )

Pence sendiri belum berbicara secara terbuka tentang penerapan mekanisme Amandemen ke-25 Konstitusi AS, yang tidak pernah digunakan sebelumnya dalam sejarah Amerika.

Sumber yang dekat dengan Pence mengatakan wakil presiden telah mengatakan bahwa dia menentang langkah radikal tersebut.

Seruan untuk memecat Trump muncul setelah massa pendukungnya pada Rabu menyerbu Gedung Capitol tempat Kongres AS mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden (pilpres) 3 November 2020.
Pence Disebut Tolak Amandemen ke-25 untuk Pecat Presiden Trump

Partai Demokrat menuntut Pence mengambil tindakan tersebut meskipun Trump hanya memiliki 13 hari tersisa di kantor.

"Ini adalah keadaan darurat dengan kekuatan tertinggi," kata Ketua DPR Nancy Pelosi. (Baca juga: Joe Biden: Massa Perusuh Capitol AS Adalah Teroris! )

"Dengan menghasut, seperti yang dilakukannya kemarin, dia harus dicopot dari jabatannya," ujarnya.

The New York Times melaporkan sikap Pence didukung oleh beberapa anggota kabinet, yang dukungannya akan diperlukan untuk melakukan pencabutan Amandemen ke-25.

Surat kabar itu menambahkan bahwa para pejabat itu memandang upaya tersebut kemungkinan besar akan menambah kekacauan saat ini di Washington daripada mencegahnya.

Sementara itu, kubu Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS mengatakan jika Amandemen ke-25 tidak diberlakukan, mereka akan bergerak cepat untuk memakzulkan Trump.

"Kami memiliki waktu terbatas untuk bertindak," kata Ketua Komite Kehakiman DPR Jerry Nadler, yang memimpin pemakzulan Trump setahun lalu, sebelum presiden akhirnya dibebaskan oleh Senat yang dipimpin Partai Republik.

“Saya mendukung membawa pasal pemakzulan langsung ke lantai DPR,” katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved