AS pada India: Sanksi Bukan untuk Menghancurkan, Tapi Pilihan di Tangan Anda

Rabu, 06 Januari 2021 - 15:14 WIB
loading...
AS pada India: Sanksi...
AS menyatakan sanksi kepada negara-negara yang telah melakukan kesepakatan dengan pembelian senjata dengan Rusia bukan untuk menghukum teman dan sekutu. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - Selama ini Amerika Serikat (AS) menganggap India sebagai mitra pertahanan utama, karenanya pemerintah Narendra Modi berharap menerima pengecualian dari sanksi AS atas akuisisi lima unit S-400 buatan Rusia. India menandatangani kesepakatan senilai USD 5,43 miliar dengan Rusia pada 2018 dalam upaya untuk mengamankan perbatasannya dari musuh.

AS menyatakan, undang-undang yang memberikan kewenangan administrasi untuk memberikan sanksi tegas kepada negara-negara yang telah melakukan kesepakatan dengan Rusia tentang pembelian perangkat keras pertahanan tidak dirumuskan untuk menghukum teman dan sekutu. Tetapi, New Delhi harus memutuskan apakah akan memperpanjang kerjasamanya dengan Washington.

“Sanksi tidak pernah dirancang untuk merugikan teman dan sekutu. India ingin tetap membuka opsinya tetapi pada akhirnya pilihan harus dibuat," ucap utusan AS untuk India, Kenneth Juster, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (6/1/2021).

Juster mengatakan bahwa hubungan pertahanan antara AS dan India bermuara pada trade-off yang harus dilakukan New Delhi dalam transfer teknologi dengan negara lain untuk memperluas kerjasamanya dengan Washington. ( Baca juga: AS Terapkan Sanksi pada 17 Perusahaan Sektor Logam Iran )

“Pemerintah dan industri pertahanan AS telah meningkatkan penelitian bersama, produksi, dan penjualan pertahanan dengan India, dan menyediakan beberapa peralatan militer AS yang paling sensitif,” ucapnya.

Meskipun telah melakukan beberapa upaya bantuan sejak 2018, pemerintahan Donald Trump terus mengancam India dengan sanksi di bawah Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). ( Baca juga: Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi )

Sebaliknya, Washington menawarkan sistem pertahanan rudal Amerika ke New Delhi. Namun demikian, pemerintah Modi tetap bertekad untuk melanjutkan pembelian S-400 yang dikatakan sebagai "kepentingan nasional".
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Iran Desak AS Paksa...
Iran Desak AS Paksa Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Rekomendasi
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
AI Analytics-Trade Flow...
AI Analytics-Trade Flow Siapkan Keputusan Investasi buat Pemula
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Pemanis Buatan Bukan...
Pemanis Buatan Bukan Pilihan untuk Kendalikan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved