Iran Sita Kapal Tanker Berbendera Korsel, Seoul Tuntut Pembebasan
Selasa, 05 Januari 2021 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam negara besar.
Sesuai kesepakatan itu, Iran setuju mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.
Iran membalas tindakan AS dengan melewati pembatasan kesepakatan selangkah demi selangkah.
Dalam langkah yang dapat mempersulit upaya Presiden terpilih AS Joe Biden untuk bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut, Teheran mengatakan telah melanjutkan pengayaan uranium 20% di fasilitas nuklir bawah tanah Fordow.
Perusahaan Inggris Ambrey mengatakan kapal berbendera Korea Selatan, yang dimiliki DM Shipping Co, telah berangkat dari Petroleum Chemical Quay di Jubail, di Arab Saudi, sebelum insiden tersebut.
Perusahaan keamanan maritim lainnya, Dryad Global, mengatakan di situs webnya bahwa, “Kapal tanker kimia itu kemungkinan telah ditahan pasukan Iran di Selat Hormuz saat masuk ke Fujairah di Uni Emirat Arab.
Pada awal 2019, Iran meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia dengan menahan kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero, dua pekan setelah kapal perang Inggris mencegat satu kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar.
Sesuai kesepakatan itu, Iran setuju mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.
Iran membalas tindakan AS dengan melewati pembatasan kesepakatan selangkah demi selangkah.
Dalam langkah yang dapat mempersulit upaya Presiden terpilih AS Joe Biden untuk bergabung kembali dengan kesepakatan tersebut, Teheran mengatakan telah melanjutkan pengayaan uranium 20% di fasilitas nuklir bawah tanah Fordow.
Perusahaan Inggris Ambrey mengatakan kapal berbendera Korea Selatan, yang dimiliki DM Shipping Co, telah berangkat dari Petroleum Chemical Quay di Jubail, di Arab Saudi, sebelum insiden tersebut.
Perusahaan keamanan maritim lainnya, Dryad Global, mengatakan di situs webnya bahwa, “Kapal tanker kimia itu kemungkinan telah ditahan pasukan Iran di Selat Hormuz saat masuk ke Fujairah di Uni Emirat Arab.
Pada awal 2019, Iran meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia dengan menahan kapal tanker berbendera Inggris Stena Impero, dua pekan setelah kapal perang Inggris mencegat satu kapal tanker Iran di lepas pantai Gibraltar.
(sya)
Lihat Juga :