AS: Vaksin Covid-19 Miliki Efek Samping bagi Pengguna Filler Wajah
Senin, 04 Januari 2021 - 17:11 WIB
loading...
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan, vaksin Covid-19 buatan Moderna akan memiliki efek samping kepada mereka yang menggunakan filler wajah. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Badan Pengawas Obat dan Makanan Federal Amerika Serikat (AS) atau FDA menyatakan, vaksin Covid-19 buatan Moderna akan memiliki efek samping kepada mereka yang menggunakan filler wajah. Filler adalah tindakan penyuntikan bahan serupa gel ke bawah kulit, yang bertujuan untuk menambah isi.
Suntik filler dilakukan untuk mengoreksi berbagai masalah, umumnya yang muncul di wajah. Filler yang disuntikkan bisa berasal dari bahan sintetis maupun alami. ( Baca juga: 32 Provinsi Sudah Terima Vaksin Sinovac, Bio Farma Distribusikan 714.240 Dosis )
Ahli bedah plastik AS, Amir Karam mengatakan, dia sudah mendapati laporan bahwa ada sejumlah kecil orang yang menjadi peserta uji coba vaksin mengalami pembengkakan wajah sebagai efek samping.
“Jadi, apa yang mereka lihat dalam uji coba kepada 30 ribu orang yang dilakukan Moderna, menemukan bahwa vaksin tersebut bereaksi kepada tiga orang yang menggunakan filler," ucapnya.
"Reaksi itu terlokalisasi di tempat filler dimasukkan. Jadi, dalam beberapa kasus terjadi di bibir dan pipi," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (4/1/2021).
Karam menjelaskan bahwa ketika seseorang menerima vaksin, sistem kekebalannya "meningkat". Sistem kekebalan, jelasnya, dapat menargetkan area di mana filler berada yang kemudian menyebabkan respons peradangan yang lebih kuat.
Dia menuturkan, bahwa efek samping yang "mungkin" tidak boleh menghentikan orang untuk mendapatkan vaksinasi dan bahwa semua reaksi yang terkait dengan filler telah diobati. ( Baca juga: Selain Vaksin Sputnik V, Rusia Kembali yang Pertama Menemukan Obat Covid-19 )
“Saya kira kalau terlokalisasi, jenis reaksi yang sangat ringan hanya di daerah yang bengkak. Saya kira langkah pertama adalah menghubungi dokter yang menyuntikkan filler,” ujar Karam.
Namun, ia merekomendasikan untuk segera mencari perawatan darurat jika seseorang mengalami reaksi alergi yang parah.
Suntik filler dilakukan untuk mengoreksi berbagai masalah, umumnya yang muncul di wajah. Filler yang disuntikkan bisa berasal dari bahan sintetis maupun alami. ( Baca juga: 32 Provinsi Sudah Terima Vaksin Sinovac, Bio Farma Distribusikan 714.240 Dosis )
Ahli bedah plastik AS, Amir Karam mengatakan, dia sudah mendapati laporan bahwa ada sejumlah kecil orang yang menjadi peserta uji coba vaksin mengalami pembengkakan wajah sebagai efek samping.
“Jadi, apa yang mereka lihat dalam uji coba kepada 30 ribu orang yang dilakukan Moderna, menemukan bahwa vaksin tersebut bereaksi kepada tiga orang yang menggunakan filler," ucapnya.
"Reaksi itu terlokalisasi di tempat filler dimasukkan. Jadi, dalam beberapa kasus terjadi di bibir dan pipi," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (4/1/2021).
Karam menjelaskan bahwa ketika seseorang menerima vaksin, sistem kekebalannya "meningkat". Sistem kekebalan, jelasnya, dapat menargetkan area di mana filler berada yang kemudian menyebabkan respons peradangan yang lebih kuat.
Dia menuturkan, bahwa efek samping yang "mungkin" tidak boleh menghentikan orang untuk mendapatkan vaksinasi dan bahwa semua reaksi yang terkait dengan filler telah diobati. ( Baca juga: Selain Vaksin Sputnik V, Rusia Kembali yang Pertama Menemukan Obat Covid-19 )
“Saya kira kalau terlokalisasi, jenis reaksi yang sangat ringan hanya di daerah yang bengkak. Saya kira langkah pertama adalah menghubungi dokter yang menyuntikkan filler,” ujar Karam.
Namun, ia merekomendasikan untuk segera mencari perawatan darurat jika seseorang mengalami reaksi alergi yang parah.
(esn)
Lihat Juga :