Austria Serukan Pendaftaran Massal Ulama di Eropa
Minggu, 03 Januari 2021 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
"Dikontrol dengan sangat ketat di masa depan sehingga mereka tidak pergi ke organisasi dan asosiasi yang mendukung posisi penyokong (ekstrimis) Islam dan anti-Semit," imbuhnya.
Menyusul serangan teroris di Wina pada November lalu, Austria mengusulkan serangkaian tindakan keras yang bertujuan memerangi ekstremisme. Proposal tersebut menuai kritik dari Muslim Austria dan kelompok hak asasi karena diduga menyerang organisasi masyarakat sipil Muslim.
Bulan lalu, sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang mengusulkan untuk melarang "Islam politik" direvisi, menggantikan frase tersebut dengan "ekstremisme bermotivasi agama". RUU tersebut akan menjadi dasar hukum bagi otoritas untuk menutup masjid.(Baca juga: Imbas Serangan Teror Wina, Austria Tutup Dua Masjid )
Peningkatan pemantauan Austria terhadap komunitas Muslimnya mengikuti langkah serupa oleh Prancis. Tahun lalu, Paris memperkenalkan undang-undang 'anti-separatisme' yang kontroversial dan meluncurkan pemeriksaan masjid yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Serangan teror di Austria dan Prancis telah meningkatkan ketegangan, dengan Menteri Dalam Negeri Uni Eropa telah mengumumkan "perang melawan terorisme" baru setelah serangan tersebut.(Baca juga: Usai Serangan Teror Wina, Kanselir Kurz Sebut Politik Islam Berbahaya )
Menyusul serangan teroris di Wina pada November lalu, Austria mengusulkan serangkaian tindakan keras yang bertujuan memerangi ekstremisme. Proposal tersebut menuai kritik dari Muslim Austria dan kelompok hak asasi karena diduga menyerang organisasi masyarakat sipil Muslim.
Bulan lalu, sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang mengusulkan untuk melarang "Islam politik" direvisi, menggantikan frase tersebut dengan "ekstremisme bermotivasi agama". RUU tersebut akan menjadi dasar hukum bagi otoritas untuk menutup masjid.(Baca juga: Imbas Serangan Teror Wina, Austria Tutup Dua Masjid )
Peningkatan pemantauan Austria terhadap komunitas Muslimnya mengikuti langkah serupa oleh Prancis. Tahun lalu, Paris memperkenalkan undang-undang 'anti-separatisme' yang kontroversial dan meluncurkan pemeriksaan masjid yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Serangan teror di Austria dan Prancis telah meningkatkan ketegangan, dengan Menteri Dalam Negeri Uni Eropa telah mengumumkan "perang melawan terorisme" baru setelah serangan tersebut.(Baca juga: Usai Serangan Teror Wina, Kanselir Kurz Sebut Politik Islam Berbahaya )
(ber)
Lihat Juga :