Mobil Hantam Bom Rakitan, Dua Tentara Prancis Tewas

Minggu, 03 Januari 2021 - 09:27 WIB
loading...
Mobil Hantam Bom Rakitan,...
Mobil hantam bom rakitan, dua tentara Prancis tewas. Foto/pressfrom
A A A
PARIS - Kepresidenan Prancis mengatakan dua tentara negara itu tewas ketika kendaraan mereka menabrak alat peledak rakitan di timur laut Mali pada hari Sabtu. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa setelah tiga tentara Prancis lainnya tewas dengan cara yang sama.

"Presiden Prancis Emmanuel Macron sangat sedih atas kematian Sersan Yvonne Huynh dan Brigadir Loic Risser di wilayah Menaka," kata kantornya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (3/1/2021).

Huynh (33) adalah tentara wanita pertama yang dikirim ke wilayah Sahel itu sejak operasi militer Prancis dimulai. Sedangkan Risser berusia 24 tahun. Keduanya adalah anggota resimen dengan spesialisasi pekerjaan intelijen.



"Kendaraan mereka menabrak alat peledak rakitan selama misi intelijen," kata kepresidenan Prancis tentang insiden hari Sabtu kemarin.

"Tentara lain terluka dalam ledakan itu tetapi nyawa mereka tidak dalam bahaya," tambahnya.

Macron menegaskan tekad Prancis untuk melanjutkan perannya dalam perang melawan terorisme.(Baca juga: Macron: Brexit Adalah Produk dari Kebohongan dan Janji Palsu )

Menurut tentara, kematian terbaru ini membuat jumlah tentara Prancis tewas di Mali menjadi 50 sejak negara itu pertama kali melakukan intervensi militer pada Januari 2013 untuk membantu mengusir para ekstrimis Islam yang telah menguasai bagian-bagian negara Afrika barat itu.

Pasukan Barkhane Prancis berjumlah 5.100 tentara yang tersebar di seluruh wilayah Sahel yang gersang dan telah memerangi kelompok-kelompok ekstrimis bersama tentara dari Mauritania, Chad, Mali, Burkina Faso dan Niger, yang bersama-sama membentuk kelompok G5 Sahel.

Kelompok yang terkait dengan al-Qaeda untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM) telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan sebelumnya yang menewaskan tiga tentara Prancis di pusat negara bagian Sahel yang miskin itu. Kematian tersebut juga karena kendaraan tentara menghantam alat peledak.

Kelompok itu, aliansi utama teroris di Sahel, mengutip serangkaian alasan atas serangan itu termasuk berlanjutnya kehadiran militer Prancis di wilayah tersebut, kartun Nabi Muhammad SAW yang diterbitkan oleh sebuah surat kabar Prancis dan pembelaan Macron atas nama kebebasan berekspresi.(Baca juga: AS-Iran 'Kompak' Hadang Rencana Prancis untuk Lebanon )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Masa Depan Prancis di...
Masa Depan Prancis di Ujung Tanduk, Ini 3 Pemicunya
Prancis Larang Masuk...
Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Trump Ulang Tahun Ke-80,...
Trump Ulang Tahun Ke-80, Dimeriahkan dengan Laga UFC di Gedung Putih
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
Inggris-Prancis Siap...
Inggris-Prancis Siap Pimpin Koalisi Tentara ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved