Pengadilan Amerika Serikat Panggil Putra Mahkota Arab Saudi dan UEA
Selasa, 29 Desember 2020 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap aktor harus bertanggung jawab atas tindakan melanggar hukum dan Konspirasi terhadap Oueiss, dan gugatan ini menandai awal dari perjalanan menuju keadilan untuk Oueiss," ungkap gugatan itu. (Lihat Video: Terpapar Positif Covid19, KH Abdullah Gymnastiar Mohon Jamaah Mendoakannya)
Menyusul pengajuan gugatannya, kemudian terungkap lebih dari sepekan yang lalu bahwa spyware canggih Israel, kemungkinan besar dimanfaatkan Arab Saudi dan UEA, telah meretas perangkat puluhan jurnalis, presenter, dan karyawan lain di Al Jazeera selama berbulan-bulan.
Pengadilan telah memberi waktu kepada kedua terdakwa para putra mahkota itu hingga 5 Januari untuk menanggapi panggilan tersebut, dengan hakim AS dapat mengeluarkan keputusan tanpa masukan mereka jika tidak ada tanggapan.
Terdakwa lain dalam gugatan tersebut termasuk pejabat tinggi UEA dan Saudi seperti mantan ajudan MBS Saud Al-Qahtani. Outlet berita Saudi Al Arabiya juga termasuk dalam daftar tersebut.
Menyusul pengajuan gugatannya, kemudian terungkap lebih dari sepekan yang lalu bahwa spyware canggih Israel, kemungkinan besar dimanfaatkan Arab Saudi dan UEA, telah meretas perangkat puluhan jurnalis, presenter, dan karyawan lain di Al Jazeera selama berbulan-bulan.
Pengadilan telah memberi waktu kepada kedua terdakwa para putra mahkota itu hingga 5 Januari untuk menanggapi panggilan tersebut, dengan hakim AS dapat mengeluarkan keputusan tanpa masukan mereka jika tidak ada tanggapan.
Terdakwa lain dalam gugatan tersebut termasuk pejabat tinggi UEA dan Saudi seperti mantan ajudan MBS Saud Al-Qahtani. Outlet berita Saudi Al Arabiya juga termasuk dalam daftar tersebut.
Lihat Juga :