Kasus Virus Corona Hampir 1 Juta, Eropa Akan Masuki Masa Kritis

Kamis, 16 April 2020 - 23:09 WIB
loading...
Kasus Virus Corona Hampir...
Eropa diprediksi akan memasuki masa kritis pandemi virus Corona dalam beberapa minggu ke depan. Foto/Ilustrasi
A A A
JENEWA - Eropa sedang menghadapi badai pandemi COVID-19 dengan jumlah kasus mendekati satu juta. Negara-negara Eropa pun diminta untuk bergerak dengan sangat hati-hati saat mempertimbangkan untuk mengurangi pembatasan wilayah (lockdown).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Jumlah kasus di seluruh wilayah terus meningkat. Dalam 10 hari terakhir, jumlah kasus yang dilaporkan di Eropa hampir dua kali lipat menjadi hampir 1 juta,” ujar direktur Eropa WHO, Hans Kluge, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/4/2020).

Ini berarti, kata Kluge, sekitar 50% dari beban global COVID-19 ada di Eropa. Lebih dari 84 ribu orang di Eropa telah tewas dalam epidemi.

"Awan badai pandemi ini masih sangat menggantung di kawasan Eropa," kata Kluge.

Kluge pun mengatakan sangat penting untuk memahami kompleksitas dan ketidakpastian transisi mengingat sejumlah beberapa negara Eropa mulai mempertimbangkan apakah pembatasan mungkin dilonggarkan dan apakah sekolah serta beberapa tempat kerja mungkin akan dibuka kembali.

Perusahaan dan politisi di seluruh dunia khawatir tentang dampak ekonomi dari penutupan yang lama, dan beberapa negara di Eropa - seperti Jerman, Denmark, Spanyol, dan lain-lain - mulai berpikir tentang cara meringankan beberapa pembatasan sosial.

Kluge mengatakan WHO mengakui bahwa kebijakan jarak sosial yang dirancang untuk memperlambat penyebaran virus "mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian".

“Orang-orang bertanya dengan benar: Berapa banyak yang harus kita tanggung? Dan untuk berapa lama? Sebagai tanggapan, kami, pemerintah, dan otoritas kesehatan harus memberikan jawaban untuk mengidentifikasi kapan, dalam kondisi apa dan bagaimana kami dapat mempertimbangkan transisi yang aman," tuturnya.

Setiap langkah untuk mengangkat langkah-langkah lockdown pertama-tama harus memastikan beberapa hal penting, katanya, termasuk bukti yang menunjukkan transmisi COVID-19 suatu negara sedang dikendalikan, risiko wabah diminimalkan, dan bahwa sistem kesehatan memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi, menguji, melacak, dan mengisolasi kasus COVID-19.

"Kita tetap di mata badai. Jika Anda tidak dapat memastikan kriteria ini ada sebelum mengurangi batasan, saya mendesak Anda untuk berpikir ulang," katanya.

"Tidak ada jalur cepat kembali ke normal," pungkasnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
WHO Peringatkan Skenario...
WHO Peringatkan Skenario Nuklir Terburuk di Iran, Rusia Kutuk Serangan Israel
WHO Ungkap Lebih dari...
WHO Ungkap Lebih dari 16.500 Orang di Gaza Butuh Perawatan Medis Mendesak
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved