Kasus Virus Corona Hampir 1 Juta, Eropa Akan Masuki Masa Kritis
Kamis, 16 April 2020 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
Kluge mengatakan WHO mengakui bahwa kebijakan jarak sosial yang dirancang untuk memperlambat penyebaran virus "mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian".
“Orang-orang bertanya dengan benar: Berapa banyak yang harus kita tanggung? Dan untuk berapa lama? Sebagai tanggapan, kami, pemerintah, dan otoritas kesehatan harus memberikan jawaban untuk mengidentifikasi kapan, dalam kondisi apa dan bagaimana kami dapat mempertimbangkan transisi yang aman," tuturnya.
Setiap langkah untuk mengangkat langkah-langkah lockdown pertama-tama harus memastikan beberapa hal penting, katanya, termasuk bukti yang menunjukkan transmisi COVID-19 suatu negara sedang dikendalikan, risiko wabah diminimalkan, dan bahwa sistem kesehatan memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi, menguji, melacak, dan mengisolasi kasus COVID-19.
"Kita tetap di mata badai. Jika Anda tidak dapat memastikan kriteria ini ada sebelum mengurangi batasan, saya mendesak Anda untuk berpikir ulang," katanya.
"Tidak ada jalur cepat kembali ke normal," pungkasnya.
“Orang-orang bertanya dengan benar: Berapa banyak yang harus kita tanggung? Dan untuk berapa lama? Sebagai tanggapan, kami, pemerintah, dan otoritas kesehatan harus memberikan jawaban untuk mengidentifikasi kapan, dalam kondisi apa dan bagaimana kami dapat mempertimbangkan transisi yang aman," tuturnya.
Setiap langkah untuk mengangkat langkah-langkah lockdown pertama-tama harus memastikan beberapa hal penting, katanya, termasuk bukti yang menunjukkan transmisi COVID-19 suatu negara sedang dikendalikan, risiko wabah diminimalkan, dan bahwa sistem kesehatan memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi, menguji, melacak, dan mengisolasi kasus COVID-19.
"Kita tetap di mata badai. Jika Anda tidak dapat memastikan kriteria ini ada sebelum mengurangi batasan, saya mendesak Anda untuk berpikir ulang," katanya.
"Tidak ada jalur cepat kembali ke normal," pungkasnya.
(ber)
Lihat Juga :