Idolakan Elon Musk, Bocah 7 Tahun di Uganda Bisa Terbangkan Pesawat
Jum'at, 25 Desember 2020 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Elon Musk mendirikan SpaceX, perusahaan roket swasta yang baru-baru ini meluncurkan dua orang Amerika ke orbit dan berharap suatu hari mengirim manusia ke Mars. (Baca juga: Para Diplomat Rayakan Natal di Arab Saudi: 'Ini Mirip Ramadhan, Bertukar Hadiah' )
Belum lama ini, pada suatu pagi di Bandara Internasional Entebbe Uganda, instrukturnya memintanya untuk menjelaskan bagaimana mesin bekerja pada pesawat Bombardier CRJ9000 yang diparkir di landasan. Shema menjawab: "Saluran masuk menyedot udara dan menyuntikkannya ke kompresor, kompresor meremasnya dengan kipas, setelah meremasnya dengan kipas, itu menjadi panas," kata Shema yang suaranya diperkencang untuk mengalahkan suara deru mesin pesawat di dekatnya.
Jawaban bocah itu disertai bercanda dengan memberi isyarat dan melanjutkan dengan detail bagaimana sebuah mesin menciptakan daya dorong.
Keingintahuan Shema untuk terbang diganggu oleh insiden aneh. Ketika dia berusia 3 tahun, sebuah helikopter polisi terbang sangat rendah ke darat sehingga meledakkan atap rumah neneknya di pinggiran Ibu Kota Uganda, Kampala, saat dia bermain di luar.
"Itu memicu sesuatu di benaknya," kata Ibunya, Shamim Mwanaisha, 29, seorang agen perjalanan.
Belum lama ini, pada suatu pagi di Bandara Internasional Entebbe Uganda, instrukturnya memintanya untuk menjelaskan bagaimana mesin bekerja pada pesawat Bombardier CRJ9000 yang diparkir di landasan. Shema menjawab: "Saluran masuk menyedot udara dan menyuntikkannya ke kompresor, kompresor meremasnya dengan kipas, setelah meremasnya dengan kipas, itu menjadi panas," kata Shema yang suaranya diperkencang untuk mengalahkan suara deru mesin pesawat di dekatnya.
Jawaban bocah itu disertai bercanda dengan memberi isyarat dan melanjutkan dengan detail bagaimana sebuah mesin menciptakan daya dorong.
Keingintahuan Shema untuk terbang diganggu oleh insiden aneh. Ketika dia berusia 3 tahun, sebuah helikopter polisi terbang sangat rendah ke darat sehingga meledakkan atap rumah neneknya di pinggiran Ibu Kota Uganda, Kampala, saat dia bermain di luar.
"Itu memicu sesuatu di benaknya," kata Ibunya, Shamim Mwanaisha, 29, seorang agen perjalanan.
Lihat Juga :