Irak Minta Trump Pertimbangkan Pengampunan pada Pelaku Pembantaian Baghdad

Kamis, 24 Desember 2020 - 18:36 WIB
loading...
Irak Minta Trump Pertimbangkan...
Kementerian Luar Negeri Irak mendesak Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali keputusannya memberikan pengampunan kepada mantan kontraktor Blackwater. Foto/Ist
A A A
BAGHDAD - Kementerian Luar Negeri Irak mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan kembali keputusannya memberikan pengampunan kepada mantan kontraktor Blackwater. Empat kontraktor Blackwater, yang terlibat dalam pembantaian di Baghdad tahun 2007 lalu masuk dalam daftar orang yang diberikan pengampunan oleh Donald Trump.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu mengatakan mereka tengah menindaklanjuti keputusan Trump untuk mengampuni kontraktor yang melakukan pembantaian di Al-Nisour Square di Baghdad barat pada tahun 2007, yang menewaskan 14 warga sipil Irak dan menyebabkan kecaman internasional.

"Kementerian percaya bahwa keputusan ini tidak memperhitungkan keseriusan kejahatan yang dilakukan, dan sayangnya mengabaikan martabat para korban serta perasaan dan hak keluarga mereka," ucapnya. ( Baca juga: Trump Obral Grasi, dari 'Penjahat Perang' Blackwater Hingga 'Penjahat' Kongres )

"Kementerian akan menindaklanjuti masalah tersebut dengan pemerintah Amerika Serikat melalui saluran diplomatik untuk mendesaknya mempertimbangkan kembali keputusan pengampunan," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Kamis (24/12/2020).

Blackwater adalah perusahaan kontraktor keamanan swasta yang disewa untuk melindungi personel AS di Irak. Mereka dituduh oleh pemerintah Irak menggunakan kekuatan yang berlebihan di Baghdad.

Pada 16 September 2007, keempat kontraktor Blackwater melepaskan tembakan dengan senjata otomatis dan peluncur granat ke warga sipil Irak yang tidak bersenjata di Al-Nisour Square, menyebabkan puluhan orang tewas dan terluka. ( Baca juga: Eks Pemimpin Irak Bantah Baghdad Restui Pembunuhan Soleimani )

Proses peradilan kasus ini berjalan rumit dan panjang. Namun, akhirnya jaksa menetapkan keempatnya bersalah karena melancarkan serangan tanpa alasan menggunakan penembak jitu, senapan mesin dan peluncur granat terhadap warga sipil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Berita Terkini
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved