Kasus Covid-19 Menurun, Iran-Irak Buka Masjid di 10 Terakhir Ramadhan
Kamis, 14 Mei 2020 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
Iran dinilai tidak mau menerapkan lockdown terlalu lama karena akan merusak ekonomi nasional. Sebab, selain bisnis tidak akan berjalan, Iran masih dikenai sanksi dari Amerika Serikat atas tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal. (Baca juga:
Rouhani juga menggantikan Reza Rahmani oleh Hossein Modares Khiabani di atas kursi Menteri Industri Pertambangan dan Perdagangan. Namun, sejauh ini tidak diketahui kenapa Reza dilengserkan. Reza diyakini dipecat karena formasi yang ditawarkannya tidak sesuai dengan parlemen. Rouhani mendesak Khiabani untuk menstabilkan harga mobil, menghapus berbagai rintangan yang menghalangi produksi domestik, dan memperluas ekspor nonminyak.
Di kawasan yang dikuasai Pemerintah Regional Kurdi (KRG) di Irak, mulai memperlonggar lockdown sejak 13 Maret lalu. Mereka telah memutuskan untuk mencabut jam malam sejak 4 April silam dengan tetap membatasi pergerakan warganya. Pekan ini, pemerintah lokal mengizinkan pembukaan semua masjid untuk salat lima waktu dan tarawih. (Muh Shamil)
Rouhani juga menggantikan Reza Rahmani oleh Hossein Modares Khiabani di atas kursi Menteri Industri Pertambangan dan Perdagangan. Namun, sejauh ini tidak diketahui kenapa Reza dilengserkan. Reza diyakini dipecat karena formasi yang ditawarkannya tidak sesuai dengan parlemen. Rouhani mendesak Khiabani untuk menstabilkan harga mobil, menghapus berbagai rintangan yang menghalangi produksi domestik, dan memperluas ekspor nonminyak.
Di kawasan yang dikuasai Pemerintah Regional Kurdi (KRG) di Irak, mulai memperlonggar lockdown sejak 13 Maret lalu. Mereka telah memutuskan untuk mencabut jam malam sejak 4 April silam dengan tetap membatasi pergerakan warganya. Pekan ini, pemerintah lokal mengizinkan pembukaan semua masjid untuk salat lima waktu dan tarawih. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :