Muncul di Antartika, COVID-19 Kini Telah Menginfeksi Setiap Benua
Rabu, 23 Desember 2020 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Benua Eropa menjadibenuayang paling terpukul akibat pandemi dengan mencatat total kasus mencapai 21.749.257 juta. Amerika Utara berada di urutan kedua dengan 21.472.372 di mana Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan 18 juta kasus dan menempatkannya negara itu sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia.
Asia menjadi benua berikutnya yang mencatat angka kasus tertinggi dengan 19.957.121, di mana hampir setengah kasus disumbangkan oleh India dengan 10 juta kasus. Jumlah ini menempatkan India di bawah AS sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak.
Selanjutnya ada Amerika Selatan dengan jumlah kasus 12 juta di mana Brasil menjadi negara dengan penyumbang kasus terbanyak yaitu 7 juta kasus sekaligus menempatkan negara itu di urutan ketiga jumlah kasus terbanyak di dunia.(Baca juga: Tidak Hanya di Inggris, Mutasi Baru COVID-19 Juga Muncul di Afsel )
Afrika dan Osenia berada di urutan berikutnya. Afrika mencatat jumlah kasus COVID-19 sebanyak 2,5 juta dan Oseania 47 ribu kasus.
Upaya untuk mencegah virus keluar dari Antartika telah dilakukan dengan kuat, karena para pemimpin khawatir wabah dapat menghancurkan wilayah terpencil di mana orang berlindung dalam jarak dekat dan kemampuan medis terbatas.
Asia menjadi benua berikutnya yang mencatat angka kasus tertinggi dengan 19.957.121, di mana hampir setengah kasus disumbangkan oleh India dengan 10 juta kasus. Jumlah ini menempatkan India di bawah AS sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak.
Selanjutnya ada Amerika Selatan dengan jumlah kasus 12 juta di mana Brasil menjadi negara dengan penyumbang kasus terbanyak yaitu 7 juta kasus sekaligus menempatkan negara itu di urutan ketiga jumlah kasus terbanyak di dunia.(Baca juga: Tidak Hanya di Inggris, Mutasi Baru COVID-19 Juga Muncul di Afsel )
Afrika dan Osenia berada di urutan berikutnya. Afrika mencatat jumlah kasus COVID-19 sebanyak 2,5 juta dan Oseania 47 ribu kasus.
Upaya untuk mencegah virus keluar dari Antartika telah dilakukan dengan kuat, karena para pemimpin khawatir wabah dapat menghancurkan wilayah terpencil di mana orang berlindung dalam jarak dekat dan kemampuan medis terbatas.
Lihat Juga :