Rusia Akan Uji Coba Vaksin Kombinasi AstraZeneca-Sputnik V
Selasa, 22 Desember 2020 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Rusia telah banyak dikritik karena memberikan persetujuan regulasi Sputnik V pada Agustus lalu setelah vaksin itu hanya diuji pada beberapa lusin orang. Bulan ini, otoritas Rusia memulai vaksinasi massal dengan Sputnik V, meskipun masih menjalani studi lanjutan pada puluhan ribu orang yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.(Baca juga: Ilmuwan Akan Campur Vaksin AstraZeneca dengan Sputnik V Rusia )
Pengembang vaksin mengatakan data penelitian menunjukkan vaksin itu 91% efektif, kesimpulan berdasarkan 78 infeksi di antara hampir 23.000 peserta.
Angka itu jauh lebih sedikit daripada yang dikumpulkan pembuat obat Barat selama pengujian akhir sebelum menganalisis kemanjuran kandidat mereka, dan demografi penting serta detail lain dari penelitian tersebut belum dirilis.
Hasil studi terbaru tentang vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan sekitar 70% efektif. Pejabat kesehatan di seluruh dunia berharap untuk mengandalkan vaksin Inggris karena biayanya yang relatif rendah, ketersediaan dan kemudahan penggunaan. Namun, masih ada pertanyaan tentang seberapa baik virus itu dapat membantu melindungi mereka yang berusia di atas 55 tahun, perhatian utama mengingat orang yang lebih tua lebih rentan terhadap COVID-19.(Baca juga: Relawan Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal Dunia di Brasil )
Pengembang vaksin mengatakan data penelitian menunjukkan vaksin itu 91% efektif, kesimpulan berdasarkan 78 infeksi di antara hampir 23.000 peserta.
Angka itu jauh lebih sedikit daripada yang dikumpulkan pembuat obat Barat selama pengujian akhir sebelum menganalisis kemanjuran kandidat mereka, dan demografi penting serta detail lain dari penelitian tersebut belum dirilis.
Hasil studi terbaru tentang vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan sekitar 70% efektif. Pejabat kesehatan di seluruh dunia berharap untuk mengandalkan vaksin Inggris karena biayanya yang relatif rendah, ketersediaan dan kemudahan penggunaan. Namun, masih ada pertanyaan tentang seberapa baik virus itu dapat membantu melindungi mereka yang berusia di atas 55 tahun, perhatian utama mengingat orang yang lebih tua lebih rentan terhadap COVID-19.(Baca juga: Relawan Tes Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meninggal Dunia di Brasil )
(ber)
Lihat Juga :