Polisi Filipina Tembak Kepala Seorang Ibu dan Anaknya, Duterte Merasa Ngeri

Selasa, 22 Desember 2020 - 15:09 WIB
loading...
A A A
Ketika gadis itu berteriak bahwa ayahnya adalah seorang polisi, wanita itu menjawab "Saya tidak peduli!" dan mengejeknya.

Nuezca bertanya pada Sonya: "Apakah kamu ingin aku mengakhiri kamu sekarang?". Kemudian tanpa peringatan, dia mengeluarkan pistol 9mm dan menembak kepalanya, dengan lusinan orang menonton dan setidaknya dua orang merekam video dengan ponsel mereka. Dia kemudian menembak putra Sonya, juga di bagian kepala.

Tepat sebelum melarikan diri dari tempat kejadian, sang polisi tersebut sekali lagi menembak Sonya di kepala saat dia tergeletak di tanah.

Pembunuhan brutal itu memicu gelombang kemarahan yang diarahkan pada pemerintah dan sekali lagi menyoroti pelanggaran yang dirasakan oleh polisi yang disebut-sebut diberanikan oleh presiden.

Namun Presiden Duterte mengatakan Nuezca telah melewati batas. "Anda tidak mengikuti hukum, Anda membunuh, maka saya minta maaf. Itu bukan bagian dari kesepakatan kita tentang bagaimana kita harus melakukan pekerjaan kita...Kunci dia, dan jangan biarkan dia keluar," kata Duterte.

Dia menggambarkan tindakan Nuezca sebagai "penyimpangan" dalam kepolisian. "Dia ada yang salah di kepalanya," katanya.

Tetapi para pengkritik presiden bersikeras bahwa insiden itu bukanlah "insiden terpisah", seperti yang telah ditegaskan sekutunya, dan bahwa itu harus mengarah pada reformasi polisi. Para pengkritik mendesak Duerte menghentikan tindakan keras kontroversialnya terhadap perdagangan narkoba.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved