Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah Tanah saat Tegang dengan AS

Sabtu, 19 Desember 2020 - 01:26 WIB
loading...
A A A
Sejak kesepakatan itu runtuh, Iran telah melanjutkan pengayaan di sana.

Dilindungi oleh pegunungan, fasilitas itu juga dikelilingi oleh senjata anti-pesawat dan benteng pertahanan lainnya. Itu seukuran lapangan sepak bola, cukup besar untuk menampung 3.000 sentrifugal, tetapi kecil dan cukup keras untuk membuat pejabat AS curiga itu memiliki tujuan militer ketika mereka mengekspos situs itu ke publik pada tahun 2009.

Saat ini, Iran memperkaya uranium hingga 4,5 persen, melanggar batas kesepakatan sebesar 3,67 persen. Parlemen Iran telah mengesahkan RUU yang mewajibkan Teheran untuk memperkaya hingga 20 persen, selangkah lagi secara teknis dari tingkat tingkat senjata 90 persen. RUU itu juga akan membatalkan kunjungan inspektur IAEA.

Para ahli mengatakan Iran sekarang memiliki cukup persediaan uranium yang diperkaya rendah untuk setidaknya dua senjata nuklir, jika memilih untuk mengejar ambisi pembuatan senjata nuklir. Iran telah lama mempertahankan program nuklirnya untuk tujuan damai.

Presiden Iran Hassan Rouhani menentang RUU tersebut, Dewan Wali negara itu kemudian mengubah dan menyetujuinya. RUU itu berupaya menekan negara-negara Eropa untuk memberikan keringanan dari sanksi AS yang melumpuhkan.

Sementara itu, seorang ilmuwan Iran yang membuat program nuklir militernya dua dekade lalu belum lama ini tewas dalam penembakan di luar Teheran. Iran menyalahkan Israel, yang telah lama dicurigai membunuh para ilmuwan nuklir Iran selama dekade terakhir, atas serangan itu. Israel belum mengomentari serangan itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved