Warga Brasil Wajib Divaksin COVID-19, Menolak Bisa Disanksi
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
"Wajib itu bukan berarti seperti itu (dipaksa). Wajib artinya setiap ketidakpatuhan akan berujung pada sanksi," jelasnya seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (18/12/2020).(Baca juga: Berangus Covid-19, Arab Saudi Mulai Vaksinasi Massal )
Dalam kasus terpisah, MA Brasil juga memutuskan bahwa orang tua diwajibkan untuk memvaksinasi anak-anak mereka, menolak banding yang memperdebatkan pengecualian berdasarkan keyakinan filosofis, agama atau moral.
Sementara Bolsonaro telah berjanji untuk membuat vaksin virus Corona tersedia untuk umum setelah regulator Brasil memberikan lampu hijau untuk salah satu vaksin yang sedang dipertimbangkan, ia telah secara vokal menolak dorongan vaksinasi wajib. Sebalikan ia menyarankan warga dapat ditempatkan di bawah "tahanan rumah" karena menolak divaksin, di antara batasan lainnya.
“Tidak ada yang bisa memaksa siapa pun untuk divaksin. Kita berurusan dengan kehidupan, di manakah kebebasan kita?” katanya setelah keputusan MA keluar.
“Apa yang (MA) putuskan? Jika Anda tidak mendapatkan vaksin, saya, presiden republik, gubernur, walikota dapat memberlakukan tindakan pembatasan pada Anda," imbuhnya.
"Anda tidak bisa mendapatkan paspor, Anda tidak bisa mendapatkan SIM. Anda bisa dijadikan tahanan rumah, lihat betapa indahnya itu. Tahanan rumah," cetusnya.(Baca juga: WHO: Beijing Sambut Rencana Pengiriman Tim Investigasi Covid-19 ke China )
Dalam kasus terpisah, MA Brasil juga memutuskan bahwa orang tua diwajibkan untuk memvaksinasi anak-anak mereka, menolak banding yang memperdebatkan pengecualian berdasarkan keyakinan filosofis, agama atau moral.
Sementara Bolsonaro telah berjanji untuk membuat vaksin virus Corona tersedia untuk umum setelah regulator Brasil memberikan lampu hijau untuk salah satu vaksin yang sedang dipertimbangkan, ia telah secara vokal menolak dorongan vaksinasi wajib. Sebalikan ia menyarankan warga dapat ditempatkan di bawah "tahanan rumah" karena menolak divaksin, di antara batasan lainnya.
“Tidak ada yang bisa memaksa siapa pun untuk divaksin. Kita berurusan dengan kehidupan, di manakah kebebasan kita?” katanya setelah keputusan MA keluar.
“Apa yang (MA) putuskan? Jika Anda tidak mendapatkan vaksin, saya, presiden republik, gubernur, walikota dapat memberlakukan tindakan pembatasan pada Anda," imbuhnya.
"Anda tidak bisa mendapatkan paspor, Anda tidak bisa mendapatkan SIM. Anda bisa dijadikan tahanan rumah, lihat betapa indahnya itu. Tahanan rumah," cetusnya.(Baca juga: WHO: Beijing Sambut Rencana Pengiriman Tim Investigasi Covid-19 ke China )
Lihat Juga :