Berangus Covid-19, Arab Saudi Mulai Vaksinasi Massal

Kamis, 17 Desember 2020 - 20:51 WIB
loading...
Berangus Covid-19, Arab Saudi Mulai Vaksinasi Massal
Arab Saudi dilaporkan telah memulai vaksinasi massal yang diharapkan dapat segera mengakhiri pandemi Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Arab Saudi dilaporkan telah memulai vaksinasi massal yang diharapkan dapat segera mengakhiri pandemi Covid-19. Saudi, yang menggunakan vaksin Pfizer-BionTech, menjadi negara Arab pertama yang melakukan vaksinasi.

Saudi menerima vaksin Covid-19 kemarin dan pada awal pekan. Otoritas kesehatan meminta warga dan pemegang status kependudukan untuk mendaftar penerima vaksin, yang menurut mereka akan diberikan gratis untuk semua orang di negara itu.

Menteri Kesehatan Saudi, Tawfiq al-Rabiah adalah salah satu orang pertama yang menerima vaksin. Al-Rabiah mengatakan, ini adalah awal dari akhir krisis yang sudah menyelimuti dunia selama setahun terakhir.

"Hari ini menandai dimulainya bantuan untuk krisis ini," kata Rabiah kepada wartawan di pusat vaksinasi. Saudi diketahui menyiapkan lebih dari 550 stasiun vaksinasi di Riyadh.( Baca juga: Arab Saudi Mulai Buka Pendaftaran Gratis untuk Vaksin COVID-19 )

"Selama sembilan bulan terakhir ini, saya dengan cemas memantau jumlah kasus yang terdaftar. Tapi hari ini, saya dengan senang hati akan memantau jumlah mereka yang divaksinasi. Stasiun vaksinasi akan didirikan di seluruh negeri," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (17/12/2020).





Fase pertama vaksinasi di Saudi menargetkan orang-orang yang paling terpapar penyakit tersebut. Tahap kedua dan ketiga akan menargetkan mereka yang berusia di atas 50 tahun dan pada tahap ketiga, dan selanjutnya untuk masyarakat umum. ( Baca juga: Badan POM Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin )

Saudi sendiri sejauh ini telah melaporkan sekitar 360 ribu kasus kasus Covid-19, dengan 6.080 kematian. Meski mulai mencabut pembatasan beberapa bulan lalu, negara itu sejauh ini sukses menghindari gelombang baru infeksi.
(esn)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2842 seconds (11.97#12.26)