Pentagon: AS Akan 'Lebih Tegas' Melawan China di Pasifik

Jum'at, 18 Desember 2020 - 13:21 WIB
loading...
Pentagon: AS Akan Lebih...
Angkatan Laut AS akan lebih tegas melawan China di Pasifik. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) memperingatkan China bahwa kapal perangnya akan lebih tegas dalam menghadapi pelanggaran hukum internasional. Washington menuding Beijing memiliki ambisi ekspansionis di Laut China Selatan (LCS).

China diketahui terus membangun pulau buatan dan memasang fasilitas angkatan laut dan udara di wilayah sengketa yang juga diklaim oleh negara Asia Tenggara lainnya.

Dalam dokumen yang menetapkan tujuan untuk Angkatan Laut AS, Marinir dan Penjaga Pantai untuk tahun-tahun mendatang, Pentagon mengatakan bahwa beberapa negara, terutama Rusia dan China memperebutkan keseimbangan kekuatan di wilayah-wilayah utama dan berusaha untuk merusak tatanan dunia yang ada.



"Pasukan angkatan laut kami yang dikerahkan secara global berinteraksi dengan kapal perang dan pesawat China dan Rusia setiap hari," kata dokumen itu seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (18/12/2020).

Dokumen itu mencatat agresivitas yang meningkat dan menyebut China ancaman strategis jangka panjang yang paling mendesak.

Insiden terbaru antara pasukan angkatan laut AS dan China terjadi pada akhir Agustus ketika Beijing mengatakan telah mendorong kapal perang Amerika dari kepulauan Paracel yang disengketakan.

China mengklaim hampir semua pulau di Laut China Selatan, klaim teritorial yang disengketakan oleh negara lain di kawasan ini termasuk Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei.(Baca juga: Komunitas Intelijen AS Terpecah Soal Dugaan China Ikut Campur Pemilu 2020 )

Klaim China juga telah ditolak oleh Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Haag, tetapi China terus membangun pulau buatan serta memasang fasilitas angkatan laut dan udara.

Untuk melawan China, AS telah lebih sering mengirim kapal ke wilayah tersebut untuk melakukan apa yang disebut operasi "kebebasan navigasi".

Untuk mempertahankan keunggulan strategis atas Angkatan Laut China yang kekuatan tempurnya telah bertambah tiga kali lipat hanya dalam dua dekade, Angkatan Laut AS berencana untuk memodernisasi dengan kapal yang lebih kecil, lebih gesit, dan bahkan diujicobakan dari jarak jauh.

"Kapal AS juga akan menerima risiko taktis yang diperhitungkan dan mengadopsi postur yang lebih tegas dalam operasi sehari-hari kami," kata dokumen itu.(Baca juga: Keluarga Swalwell 'Unfriend' Mata-mata China yang Dituduh Tiduri Pejabat AS )

Bagi Laksamana Muda Angkatan Laut Jay Bynum itu berarti menjadi lebih responsif, lebih tegas.

“Dulu, perilaku kami de-eskalasi. Kami akan berpaling dan akan meminimalkan risiko dalam kontak individu itu," ujarnya, mencatat bahwa Angkatan Laut AS mungkin mengakui wilayah itu dengan pendekatan tersebut.

Dokumen Pentagon menetapkan bahwa Angkatan Laut AS juga akan lebih terlihat di Pasifik.

"Angkatan Laut AS akan mendeteksi dan mendokumentasikan tindakan pesaing kami yang melanggar hukum internasional, mencuri sumber daya, dan melanggar kedaulatan negara lain," menurut dokumen itu.

Sebagai tanggapan, Beijing menuduh AS memicu konflik di kawasan itu, sembari meningkatkan upaya diplomatiknya untuk mendapatkan lebih banyak dukungan di antara negara-negara di Asia Tenggara.(Baca juga: Mata-mata China Ini Dituduh Tiduri Para Pejabat AS demi Peroleh Informasi )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Berita Terkini
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved