AS Sebut Rusia Lakukan Uji Coba Senjata Anti Satelit
Kamis, 17 Desember 2020 - 19:12 WIB
loading...
Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia telah menguji rudal anti-satelit (ASAT) mereka. Foto/Ist
A
A
A
WASHINGTON - Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Rusia telah menguji rudal anti-satelit (ASAT) mereka. Komando itu mengatakan bahwa Washington sangat khawatir dengan uji coba yang dilakukan Rusia tersebut.
"AS prihatin dengan perkembangan berkelanjutan Rusia dan penyebaran beberapa jenis senjata ASAT berbasis darat dan ruang angkasa," kata Komando Luar Angkasa AS dalam sebuah pernyataan.
Jenis senjata kinetik pertama, menurut perintah Komando Luar Angkasa, adalah sistem DA-ASAT yang mampu menghancurkan satelit di orbit rendah Bumi. Di mana, menurut mereka, Moskow telah menguji sistem ini beberapa kali.
Militer AS berpendapat bahwa jika senjata ini digunakan, itu akan menghasilkan puing-puing besar yang dapat membahayakan satelit komersial dan mencemari domain luar angkasa secara permanen.( Baca juga: Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania )
"Tipe kedua adalah ASAT co-orbital, sistem senjata berbasis ruang angkasa, yang mendemonstrasikan senjata kinetik di orbit pada 2017 dan sekali lagi pada 2020," ujarnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (17/12/2020).
"AS prihatin dengan perkembangan berkelanjutan Rusia dan penyebaran beberapa jenis senjata ASAT berbasis darat dan ruang angkasa," kata Komando Luar Angkasa AS dalam sebuah pernyataan.
Jenis senjata kinetik pertama, menurut perintah Komando Luar Angkasa, adalah sistem DA-ASAT yang mampu menghancurkan satelit di orbit rendah Bumi. Di mana, menurut mereka, Moskow telah menguji sistem ini beberapa kali.
Militer AS berpendapat bahwa jika senjata ini digunakan, itu akan menghasilkan puing-puing besar yang dapat membahayakan satelit komersial dan mencemari domain luar angkasa secara permanen.( Baca juga: Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania )
"Tipe kedua adalah ASAT co-orbital, sistem senjata berbasis ruang angkasa, yang mendemonstrasikan senjata kinetik di orbit pada 2017 dan sekali lagi pada 2020," ujarnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (17/12/2020).
Lihat Juga :