Berlakukan Lockdown Ketat, Negara Bagian Australia Dianggap Melanggar HAM

Kamis, 17 Desember 2020 - 14:58 WIB
loading...
A A A
"Penyelidikan mengidentifikasi beberapa kasus di mana pemenuhan permintaan pengobatan yang tampaknya mendesak ditunda atau diabaikan oleh otoritas yang mengatur penguncian. Penduduk dalam beberapa kasus terpaksa bergantung pada keluarga atau relawan masyarakat untuk mengumpulkan dan mengirimkan persediaan penting," katanya.

Pejabat itu juga mengkritik tindakan tersebut sebagai tindakan yang keliru, mengingat penjabat kepala kesehatan negara hanya diberi waktu 15 menit untuk mempertimbangkan pembatasan dan implikasinya terhadap hak asasi manusia. Dia mencatat bahwa banyak masalah yang terkait dengan penguncian tampaknya disebabkan oleh intervensi.

Lebih lanjut, Glass mengatakan negara memberlakukan kebijakan tersebut dengan menggunakan sejumlah besar petugas Polisi Victoria berseragam, yang menurutnya tidak perlu dan tidak sensitif terhadap mereka yang tinggal di blok perumahan.(Baca juga: Selandia Baru Buka Perbatasan dengan Australia Tahun Depan )

"Aspek penguncian ini tampaknya tidak menjadi subjek diskusi atau debat antar-lembaga yang patut diperhatikan," lanjutnya, mengatakan pihak berwenang memberikan pertimbangan yang tidak memadai tentang bagaimana penempatan polisi yang signifikan kemungkinan besar akan dianggap oleh penduduk.

Menanggapi laporan Glass, pemerintah negara bagian Victoria mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan, tetapi tetap mempertahankan penguncian secara paksa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Inilah Aktivis Australia...
Inilah Aktivis Australia yang Mengalami Pelecehan Seks oleh Pasukan Israel saat Misi GSF
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Gabung Aliansi 40 Negara untuk Misi Pasca-perang di Selat Hormuz
2 Ganda Putra Indonesia...
2 Ganda Putra Indonesia Ditarik dari Australian Open 2026
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Usai Paksa Israel Setop...
Usai Paksa Israel Setop Serang Iran, Trump Klaim Perundingan Damai Bisa Diteken dalam 3 Hari
Rekomendasi
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Infografis
Dianggap Lezat, 11 Negara...
Dianggap Lezat, 11 Negara Ini Suka Makan Daging Buaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved