Sebut Samuel Paty Layak Dipenggal, Remaja Prancis Dikeluarkan dari Sekolah
Selasa, 15 Desember 2020 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah rapat panel disiplin sekolah, yang dihadiri oleh orang tua siswa, siswa tersebut dikeluarkan. Para orang tua kemudian ditawari pilihan pendidikan di lembaga lain," kata France Bleu seperti dinukil dari Russia Today, Selasa (15/12/2020).(Baca juga: Guru yang Dipenggal karena Kartun Nabi Dapat Penghargaan Legion d'Honneur )
Seorang guru sejarah dan geografi, Paty dipenggal oleh seorang ekstremis muda Islam di Paris pada 16 Oktober karena menunjukkan kepada kelasnya kartun Nabi Muhammad selama pelajaran tentang kebebasan berekspresi. Pembunuhan itu memicu kemarahan yang meluas di Prancis, memaksa pihak berwenang untuk memperhatikan kaum muda yang teradikalisasi dalam sistem pendidikan dan menindak kelompok-kelompok ekstremis.
Awal bulan ini, Kementerian Pendidikan Nasional Prancis mengatakan ada 793 "insiden" di sekolah-sekolah selama penghormatan kepada guru yang terbunuh. Empat puluh persen di antaranya dilaporkan sebagai "provokasi" dan "perselisihan", 17 persen sebagai pembelaan terorisme, 12 persen sebagai penolakan untuk berpartisipasi dalam penghormatan kepada Paty, dan sembilan persen sebagai upaya untuk mengganggu penghormatan tersebut. Secara keseluruhan, 131 siswa diskors dan 44 dikeluarkan.(Baca juga: 4 Siswa Didakwa atas Pemenggalan Guru yang Perlihatkan Kartun Nabi Muhammad )
Seorang guru sejarah dan geografi, Paty dipenggal oleh seorang ekstremis muda Islam di Paris pada 16 Oktober karena menunjukkan kepada kelasnya kartun Nabi Muhammad selama pelajaran tentang kebebasan berekspresi. Pembunuhan itu memicu kemarahan yang meluas di Prancis, memaksa pihak berwenang untuk memperhatikan kaum muda yang teradikalisasi dalam sistem pendidikan dan menindak kelompok-kelompok ekstremis.
Awal bulan ini, Kementerian Pendidikan Nasional Prancis mengatakan ada 793 "insiden" di sekolah-sekolah selama penghormatan kepada guru yang terbunuh. Empat puluh persen di antaranya dilaporkan sebagai "provokasi" dan "perselisihan", 17 persen sebagai pembelaan terorisme, 12 persen sebagai penolakan untuk berpartisipasi dalam penghormatan kepada Paty, dan sembilan persen sebagai upaya untuk mengganggu penghormatan tersebut. Secara keseluruhan, 131 siswa diskors dan 44 dikeluarkan.(Baca juga: 4 Siswa Didakwa atas Pemenggalan Guru yang Perlihatkan Kartun Nabi Muhammad )
(ber)
Lihat Juga :