Sebut Samuel Paty Layak Dipenggal, Remaja Prancis Dikeluarkan dari Sekolah

Selasa, 15 Desember 2020 - 21:06 WIB
loading...
Sebut Samuel Paty Layak...
Sebut Samuel Paty layak dipenggal, remaja Prancis dikeluarkan dari sekolah. Foto/BBC
A A A
PARIS - Seorang siswa dikeluarkan dari sekolah di Prancis setelah membela pembunuhan mengerikan terhadap Samuel Paty oleh seorang ekstrimis Islam. Paty adalah seorang guru yang dipenggal pada Oktober lalu setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Menurut radio France Bleu, siswa tersebut awalnya membuat komentar pada 2 November lalu, lebih dari dua minggu setelah Paty terbunuh.

Para siswa baru saja kembali dari liburan ke salah satu sekolah di kota Saint-Jean-de-Luz di barat daya Prancis, dekat perbatasan Spanyol. Setelah hening cipta sejenak, dilakukan diskusi di dalam kelas. Kemudian salah satu remaja mengejutkan semua orang dengan mengatakan bahwa pembunuhan brutal terhadap Paty "pantas dilakukan".



Seorang guru meminta siswanya untuk menjelaskan apa yang dia maksud. Siswa itu menjawab bahwa tidak ada yang berhak mengolok-olok agama, dan pemenggalan itu memang pantas dilakukan. Pernyataan yang sama kemudian diulangi oleh siswa tersebut selama pertemuan dengan wakil kepala sekolah dan penasihat senior pendidikan.

"Setelah rapat panel disiplin sekolah, yang dihadiri oleh orang tua siswa, siswa tersebut dikeluarkan. Para orang tua kemudian ditawari pilihan pendidikan di lembaga lain," kata France Bleu seperti dinukil dari Russia Today, Selasa (15/12/2020).(Baca juga: Guru yang Dipenggal karena Kartun Nabi Dapat Penghargaan Legion d'Honneur )

Seorang guru sejarah dan geografi, Paty dipenggal oleh seorang ekstremis muda Islam di Paris pada 16 Oktober karena menunjukkan kepada kelasnya kartun Nabi Muhammad selama pelajaran tentang kebebasan berekspresi. Pembunuhan itu memicu kemarahan yang meluas di Prancis, memaksa pihak berwenang untuk memperhatikan kaum muda yang teradikalisasi dalam sistem pendidikan dan menindak kelompok-kelompok ekstremis.

Awal bulan ini, Kementerian Pendidikan Nasional Prancis mengatakan ada 793 "insiden" di sekolah-sekolah selama penghormatan kepada guru yang terbunuh. Empat puluh persen di antaranya dilaporkan sebagai "provokasi" dan "perselisihan", 17 persen sebagai pembelaan terorisme, 12 persen sebagai penolakan untuk berpartisipasi dalam penghormatan kepada Paty, dan sembilan persen sebagai upaya untuk mengganggu penghormatan tersebut. Secara keseluruhan, 131 siswa diskors dan 44 dikeluarkan.(Baca juga: 4 Siswa Didakwa atas Pemenggalan Guru yang Perlihatkan Kartun Nabi Muhammad )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved