Singapura Setujui Vaksin Pfizer, Jadwalkan Vaksinasi pada Akhir Tahun
Senin, 14 Desember 2020 - 21:10 WIB
loading...
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menuturkan, pihaknya telah menyetujui vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech dan mengharapkan untuk bisa lakukan vaksinasi pada akhir tahun. Foto/REUTERS
A
A
A
SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura , Lee Hsien Loong menuturkan, pihaknya telah menyetujui vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech dan mengharapkan untuk bisa lakukan vaksinasi pada akhir tahun. Lee mengatakan, ia berencana untuk menjadi salah satu penerima vaksin awal.
Negara kota berpenduduk 5,7 juta orang itu berharap memiliki cukup vaksin untuk semua orang pada kuartal ketiga 2021 dan akan membuatnya gratis bagi warga negara dan penduduk jangka panjang, kata Lee, 68 tahun.
Lee menuturkan, Singapura berharap memiliki cukup vaksin untuk semua orang pada kuartal ketiga 2021 dan akan diberikan gratis bagi warga negara dan pemegang status kependudukan di Singapura.
Sementara vaksinasi akan bersifat sukarela, Lee mengatakan, dia dan pejabat pemerintah lainnya akan menjadi penerima awal setelah petugas kesehatan, personel garis depan lainnya, orang tua dan orang yang rentan.( Baca juga: Antisipasi Pandemi di Masa Depan, Singapura Investasi Rp263,8 Triliun ).
![Singapura Setujui Vaksin Pfizer, Jadwalkan Vaksinasi pada Akhir Tahun]()
"Rekan-rekan saya dan saya, termasuk yang lebih tua, akan divaksinasi lebih awal. Ini untuk menunjukkan kepada Anda, terutama manula seperti saya, bahwa kami percaya vaksin itu aman," ucap Lee, seperti dilansir Reuters pada Senin (14/12/2020).
Di kesempatan yang sama, Lee juga mengatakan, Singapura akan mencabut beberapa pembatasan mulai 28 Desember, termasuk mengizinkan kelompok yang terdiri dari delapan orang untuk berkumpul di tempat umum. "Situasi kami sekarang stabil. Sekarang vaksin tersedia, kita bisa melihat cahaya di ujung terowongan," ujarnya.
Sementara itu, otoritas kesehatan Singapura mengatakan, mereka telah menandatangani perjanjian pembelian di muka dan memberikan uang muka lebih awal pada kandidat vaksin yang menjanjikan, termasuk yang dikembangkan oleh Moderna dan Sinovac, di mana mereka mengalokasikan dana hingg USD 1 miliar untuk mendapatkan vaksin-vaksin itu,
"Kami telah memperoleh dosis vaksin yang cukup untuk semua warga Singapura dan pemegang status kependudukan," kata Direktur Layanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak. ( Baca juga: FDA Siapkan Uji Vaksin Corona untuk Anak di Bawah 16 Tahun )
Negara kota berpenduduk 5,7 juta orang itu berharap memiliki cukup vaksin untuk semua orang pada kuartal ketiga 2021 dan akan membuatnya gratis bagi warga negara dan penduduk jangka panjang, kata Lee, 68 tahun.
Lee menuturkan, Singapura berharap memiliki cukup vaksin untuk semua orang pada kuartal ketiga 2021 dan akan diberikan gratis bagi warga negara dan pemegang status kependudukan di Singapura.
Sementara vaksinasi akan bersifat sukarela, Lee mengatakan, dia dan pejabat pemerintah lainnya akan menjadi penerima awal setelah petugas kesehatan, personel garis depan lainnya, orang tua dan orang yang rentan.( Baca juga: Antisipasi Pandemi di Masa Depan, Singapura Investasi Rp263,8 Triliun ).

"Rekan-rekan saya dan saya, termasuk yang lebih tua, akan divaksinasi lebih awal. Ini untuk menunjukkan kepada Anda, terutama manula seperti saya, bahwa kami percaya vaksin itu aman," ucap Lee, seperti dilansir Reuters pada Senin (14/12/2020).
Di kesempatan yang sama, Lee juga mengatakan, Singapura akan mencabut beberapa pembatasan mulai 28 Desember, termasuk mengizinkan kelompok yang terdiri dari delapan orang untuk berkumpul di tempat umum. "Situasi kami sekarang stabil. Sekarang vaksin tersedia, kita bisa melihat cahaya di ujung terowongan," ujarnya.
Sementara itu, otoritas kesehatan Singapura mengatakan, mereka telah menandatangani perjanjian pembelian di muka dan memberikan uang muka lebih awal pada kandidat vaksin yang menjanjikan, termasuk yang dikembangkan oleh Moderna dan Sinovac, di mana mereka mengalokasikan dana hingg USD 1 miliar untuk mendapatkan vaksin-vaksin itu,
"Kami telah memperoleh dosis vaksin yang cukup untuk semua warga Singapura dan pemegang status kependudukan," kata Direktur Layanan Medis Kementerian Kesehatan Singapura, Kenneth Mak. ( Baca juga: FDA Siapkan Uji Vaksin Corona untuk Anak di Bawah 16 Tahun )
(esn)
Lihat Juga :