PBB Kecam Keras Serangan Terhadap Sebuah Sekolah di Nigeria
Senin, 14 Desember 2020 - 17:10 WIB
loading...
Gubernur Negara Bagian Katsina, Aminu Masari menuturkan serangan yang terjadi Jumat pekan lalu itu menargetkan Sekolah Menengah Sains Pemerintah. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres melemparkan kecaman keras atas serangan yang dilakukan oleh orang-orang bersenjata di sebuah sekolah menengah di Katsina, sebuah negara bagian di barat laut Nigeria . Ratusan siswa di sekolah tersebut dilaporkan masih belum ditemukan pasca serangan.
Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric mengatakan bahwa kepala PBB tersebut menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat dari anak-anak yang diculik, dan membawa mereka kembali dengan selamat ke keluarga mereka.
"Guterres menegaskan kembali bahwa serangan terhadap sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya merupakan pelanggaran HAM berat. Dia mendesak pihak berwenang Nigeria untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas tindakan ini ke pengadilan," kata Dujarric.( Baca juga: Playboy Nigeria Ini Hadiri Pernikahan dengan 6 Wanita yang Dihamilinya )
"Dia menegaskan kembali solidaritas dan dukungan PBB kepada pemerintah dan rakyat Nigeria dalam perjuangan mereka melawan terorisme, ekstremisme kekerasan, dan kejahatan terorganisir," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (14/12/2020).
Sebelumnya, Gubernur Negara Bagian Katsina, Aminu Masari menuturkan serangan yang terjadi Jumat pekan lalu itu menargetkan Sekolah Menengah Sains Pemerinta. Sekolah yang terletak di wilayah Kankara memiliki total 839 siswa.
“Berdasarkan catatan yang kami miliki, kami masih mencari 333 siswa baik melalui hutan maupun orang tua mereka untuk memastikan jumlah sebenarnya yang telah diculik,” kata Masari dalam sebuah pernyataan.( Baca juga: Stafnya Terobos Titik Pemeriksaan, PBB Minta Maaf pada Ethiopia )
"Kami masih menghitung karena lebih banyak yang keluar dari hutan dan kami menelepon melalui nomor orang tua yang memiliki nomor telepon untuk mengetahui apakah anak-anak mereka sudah pulang atau tidak," sambungnya.
Dia kemudian mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, atau menghubungi pemerintah untuk meminta tebusan.
Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric mengatakan bahwa kepala PBB tersebut menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat dari anak-anak yang diculik, dan membawa mereka kembali dengan selamat ke keluarga mereka.
"Guterres menegaskan kembali bahwa serangan terhadap sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya merupakan pelanggaran HAM berat. Dia mendesak pihak berwenang Nigeria untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas tindakan ini ke pengadilan," kata Dujarric.( Baca juga: Playboy Nigeria Ini Hadiri Pernikahan dengan 6 Wanita yang Dihamilinya )
"Dia menegaskan kembali solidaritas dan dukungan PBB kepada pemerintah dan rakyat Nigeria dalam perjuangan mereka melawan terorisme, ekstremisme kekerasan, dan kejahatan terorganisir," sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (14/12/2020).
Sebelumnya, Gubernur Negara Bagian Katsina, Aminu Masari menuturkan serangan yang terjadi Jumat pekan lalu itu menargetkan Sekolah Menengah Sains Pemerinta. Sekolah yang terletak di wilayah Kankara memiliki total 839 siswa.
“Berdasarkan catatan yang kami miliki, kami masih mencari 333 siswa baik melalui hutan maupun orang tua mereka untuk memastikan jumlah sebenarnya yang telah diculik,” kata Masari dalam sebuah pernyataan.( Baca juga: Stafnya Terobos Titik Pemeriksaan, PBB Minta Maaf pada Ethiopia )
"Kami masih menghitung karena lebih banyak yang keluar dari hutan dan kami menelepon melalui nomor orang tua yang memiliki nomor telepon untuk mengetahui apakah anak-anak mereka sudah pulang atau tidak," sambungnya.
Dia kemudian mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, atau menghubungi pemerintah untuk meminta tebusan.
(esn)
Lihat Juga :