Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja
Senin, 14 Desember 2020 - 05:25 WIB
loading...
A
A
A
4. Surat Castro Muda Kepada Roosevelt Meminta Uang USD10
![Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja]()
Pemimpin Kuba Fidel Castro pernah mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin Roosevelt di Gedung Putih, pada tahun 1940. Surat yang ditulis tangan oleh Castro yang kala itu masih berusia 12 tahun bertujuan untuk meminta satu hal pada Roosevelt: yaitu selembar uang USD10.
"Teman baik saya, Roosevelt. Saya ucapkan selamat karena saya mendengar di radio Anda telah terpilih menjadi presiden. Saya meminta Anda untuk mengirimi kembali surat ini kepada saya, dan menyertakan selembar uang USD10 yang berwarna hijau itu, karena belum pernah sekalipun dalam hidup saya melihat uang itu. Saya ingin memilikinya," tulis Castro dalam suratnya.
Castro remaja rupanya merupakan kolektor uang lembaran AS. Surat itu sampai ke Departemen Luar Negeri pada 27 November 1940, tetapi tidak pernah sampai ke Roosevelt, yang meninggal tanpa pernah tahu siapa Fidel Castro.
5. Resep Roti Drop Scone Ratu Elizabeth II untuk Eisenhower
![Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja]()
Ratu Elizabeth II memang terkenal penyuka makanan manis. Dia dan anggota kerajaan Inggris lainnya seringkali diasosiasikan dengan scone, roti yang disajikan dengan krim dan selai. Terkait dengan makanan manis itu, Ratu Elizabeth II pernah menulis surat kepada mantan presiden Amerika Serikat, Dwight Eisenhower.
Ceritanya pada 1960 Eisenhower dan istrinya Mamie pernah berkunjung ke kediaman Balmoral miliki Ratu Elizabeth II di Skotlandia. Untuk menyambutnya, Ratu Elizabeth II, yang pada saat itu masih berusia 34 tahun, menyajikan drop scone buatannya.
Tampaknya Eisenhower sangat menyukai sajian tersebut dan meminta resepnya sehingga sang Ratu pun mengirimkannya melalui surat. Melalui surat tersebut dijelaskan resep drop scone ala Ratu Elizabeth II.
6. Surat Lamaran Pekerjaan Leonardo Da Vinci
![Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja]()
Jauh sebelum Leonardo da Vinci populer karena lukisannya, dia hanyalah orang biasa dengan Banyak keterampilan. Pada 1482, di usia 30 tahun, da Vinci yang relatif tidak dikenal sedang mencari pekerjaan. Dia menulis langsung ke Duke of Milan untuk melamar pekerjaan. Dalam suratnya, Da Vinci mencantumkan keahliannya dalam surat panjang. (Baca juga: 10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan)
Dia menyatakan bisa membuat senjata untuk kapal, kereta lapis baja, ketapel, dan mangonel. Dia juga menunjukkan bahwa dia bisa memberi Duke beberapa metode yang bisa dia gunakan untuk melancarkan serangan dan membela diri.
Dia mengklaim juga bisa merencanakan jembatan, membangun gedung, dan membuat patung dari tanah liat, perunggu, dan marmer. Da Vinci mengakhiri surat nya dengan meminta Duke Milan agar mengundangnya ke pengadilan jika salah satu keahlian yang disebutkannya meragukan.
7. Surat Malcolm X Kepada Martin Luther King Jr.
![Surat Pribadi Tokoh Dunia: dari Hitler Cuti hingga Da Vinci Lamar Kerja]()
Meskipun Malcolm X dan Martin Luther King Jr. berjuang untuk tujuan sama, mereka hampir tidak berteman. Jika King mengambil pendekatan tanpa kekerasan, Malcolm X mengambil jalur militan.

Pemimpin Kuba Fidel Castro pernah mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin Roosevelt di Gedung Putih, pada tahun 1940. Surat yang ditulis tangan oleh Castro yang kala itu masih berusia 12 tahun bertujuan untuk meminta satu hal pada Roosevelt: yaitu selembar uang USD10.
"Teman baik saya, Roosevelt. Saya ucapkan selamat karena saya mendengar di radio Anda telah terpilih menjadi presiden. Saya meminta Anda untuk mengirimi kembali surat ini kepada saya, dan menyertakan selembar uang USD10 yang berwarna hijau itu, karena belum pernah sekalipun dalam hidup saya melihat uang itu. Saya ingin memilikinya," tulis Castro dalam suratnya.
Castro remaja rupanya merupakan kolektor uang lembaran AS. Surat itu sampai ke Departemen Luar Negeri pada 27 November 1940, tetapi tidak pernah sampai ke Roosevelt, yang meninggal tanpa pernah tahu siapa Fidel Castro.
5. Resep Roti Drop Scone Ratu Elizabeth II untuk Eisenhower

Ratu Elizabeth II memang terkenal penyuka makanan manis. Dia dan anggota kerajaan Inggris lainnya seringkali diasosiasikan dengan scone, roti yang disajikan dengan krim dan selai. Terkait dengan makanan manis itu, Ratu Elizabeth II pernah menulis surat kepada mantan presiden Amerika Serikat, Dwight Eisenhower.
Ceritanya pada 1960 Eisenhower dan istrinya Mamie pernah berkunjung ke kediaman Balmoral miliki Ratu Elizabeth II di Skotlandia. Untuk menyambutnya, Ratu Elizabeth II, yang pada saat itu masih berusia 34 tahun, menyajikan drop scone buatannya.
Tampaknya Eisenhower sangat menyukai sajian tersebut dan meminta resepnya sehingga sang Ratu pun mengirimkannya melalui surat. Melalui surat tersebut dijelaskan resep drop scone ala Ratu Elizabeth II.
6. Surat Lamaran Pekerjaan Leonardo Da Vinci

Jauh sebelum Leonardo da Vinci populer karena lukisannya, dia hanyalah orang biasa dengan Banyak keterampilan. Pada 1482, di usia 30 tahun, da Vinci yang relatif tidak dikenal sedang mencari pekerjaan. Dia menulis langsung ke Duke of Milan untuk melamar pekerjaan. Dalam suratnya, Da Vinci mencantumkan keahliannya dalam surat panjang. (Baca juga: 10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan)
Dia menyatakan bisa membuat senjata untuk kapal, kereta lapis baja, ketapel, dan mangonel. Dia juga menunjukkan bahwa dia bisa memberi Duke beberapa metode yang bisa dia gunakan untuk melancarkan serangan dan membela diri.
Dia mengklaim juga bisa merencanakan jembatan, membangun gedung, dan membuat patung dari tanah liat, perunggu, dan marmer. Da Vinci mengakhiri surat nya dengan meminta Duke Milan agar mengundangnya ke pengadilan jika salah satu keahlian yang disebutkannya meragukan.
7. Surat Malcolm X Kepada Martin Luther King Jr.

Meskipun Malcolm X dan Martin Luther King Jr. berjuang untuk tujuan sama, mereka hampir tidak berteman. Jika King mengambil pendekatan tanpa kekerasan, Malcolm X mengambil jalur militan.
Lihat Juga :