Korsel Nyatakan Darurat COVID-19 dengan 950 Kasus Baru Sehari
Minggu, 13 Desember 2020 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
Gelombang ketiga datang meskipun aturan jarak sosial yang lebih ketat mulai berlaku pada Selasa, termasuk jam malam yang belum pernah terjadi sebelumnya di restoran dan sebagian besar bisnis lainnya. Negara itu telah melaporkan sekitar 600 kasus setiap hari pekan ini.
Seoul berada dalam batasan level 2,5. Meningkatkannya menjadi 3, yang tertinggi dari lima tingkat, akan membutuhkan sekolah beralih ke pembelajaran jarak jauh, hanya mengizinkan pekerja penting di kantor dan melarang pertemuan lebih dari 10 orang.
Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan, pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan gelombang ketiga.
"Jika kita tidak menghentikan penyebarannya sekarang, meningkatkan pembatasan jarak sosial ke Level 3 tidak akan terhindarkan," ungkap Chung.
Pihak berwenang mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah dan membatalkan semua pertemuan tatap muka karena infeksi baru telah terlihat dari pertemuan pribadi.
“Meskipun kita tidak dapat menghindari kontak dengan keluarga kita di rumah, pertemuan dengan teman dan kolega Anda di tempat kerja tidaklah aman. Tolong batalkan,” ungkap pejabat senior KDCA Lim Sook-young.
Seoul berada dalam batasan level 2,5. Meningkatkannya menjadi 3, yang tertinggi dari lima tingkat, akan membutuhkan sekolah beralih ke pembelajaran jarak jauh, hanya mengizinkan pekerja penting di kantor dan melarang pertemuan lebih dari 10 orang.
Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan, pemerintah akan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan gelombang ketiga.
"Jika kita tidak menghentikan penyebarannya sekarang, meningkatkan pembatasan jarak sosial ke Level 3 tidak akan terhindarkan," ungkap Chung.
Pihak berwenang mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah dan membatalkan semua pertemuan tatap muka karena infeksi baru telah terlihat dari pertemuan pribadi.
“Meskipun kita tidak dapat menghindari kontak dengan keluarga kita di rumah, pertemuan dengan teman dan kolega Anda di tempat kerja tidaklah aman. Tolong batalkan,” ungkap pejabat senior KDCA Lim Sook-young.
(sya)
Lihat Juga :