Terbongkar, Penjaga Pantai Yunani Tinggalkan Para Migran Mati di Laut

Jum'at, 11 Desember 2020 - 21:14 WIB
loading...
Terbongkar, Penjaga...
Rekaman drone menunjukkan penjaga pantai Yunani meninggalkan para migran di Laut Aegea. Foto/Anadolu
A A A
ANKARA - Rekaman drone (UAV) pada Jumat (11/12) menunjukkan satu kapal penjaga pantai Yunani meninggalkan para migran di Laut Aegea untuk mati di laut terbuka.

Mengetahui kejadian itu, pasukan keamanan pantai Turki segera membantu para migran tersebut.

Rekaman udara tersebut mencakup saat-saat ketika kapal-kapal penjaga pantai Yunani memaksa para migran gelap ke perairan teritorial Turki.

Sebelumnya, para migran itu oleh Yunani dipindahkan dari kapal ke dua perahu karet di utara Pulau Rhodes di Laut Aegea. (Baca Juga: Jepang Perpanjang Misi Pertahanan Timur Tengah selama Setahun)

Rekaman itu juga menunjukkan unit Penjaga Pantai Turki datang membantu para migran. (Lihat Infografis: Pertama dalam Sejarah AS, Kapal Induk Nuklir Dipimpin Perempuan)

Kemudian dalam rekaman tersebut, para migran dibawa ke kapal lantas dibawa ke darat. (Lihat Video: Akan Diperiksa, Kuasa Hukum: Kemungkinan Rizieq Belum Bisa Datang)

Beberapa bulan terakhir telah terlihat banyak laporan tentang pasukan Yunani yang secara ilegal mendorong kembali kapal-kapal pencari suaka, sehingga membahayakan para penumpang dalam proses tersebut.



Turki telah menjadi titik transit utama bagi para pencari suaka yang ingin menyeberang ke Eropa untuk memulai hidup baru. Kebanyakan para migran itu melarikan diri dari perang dan penganiayaan.

Awal tahun ini, Turki membuka pintunya bagi para migran gelap. Turki menuduh Uni Eropa (UE) gagal memenuhi janjinya berdasarkan kesepakatan migran 2016.

Turki menampung hampir 4 juta warga Suriah, lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia.

Turki kemudian membangun zona penyangga di perbatasan Suriah untuk lokasi relokasi para pengungsi dari Suriah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Fany Sulf Sentil Fenomena...
Fany Sulf Sentil Fenomena Netizen Suka Komentar Lewat Lagu Orang-Orang
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
5 Bandara Paling Sepi...
5 Bandara Paling Sepi di Indonesia, Bandara Purbalingga Mati Suri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved