Viral, Tentara Azerbaijan Diduga Penggal Pria Tua Etnis Armenia
Kamis, 10 Desember 2020 - 00:48 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat itu, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan kepada wartawan bahwa ketegangan etnis yang mendalam mendukung konflik tersebut. Dia mengklaim bahwa Turki—yang memberikan dukungan kepada Azerbaijan—telah kembali ke Kaukasus Selatan seratus tahun kemudian untuk melanjutkan kebijakan genosida terhadap orang Armenia.
Baku juga menuduh Yerevan melakukan pelanggaran serupa terhadap hukum yang mengatur perang. Pada November, Azerbaijan mengumumkan bahwa mereka akan membuka penyelidikan atas potensi kejahatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak selama pertempuran sengit atas provinsi yang disengketakan itu.
Video lain yang dibagikan di media sosial dilaporkan menunjukkan pasukan Armenia mengeksekusi dan memenggal seorang tawanan perang Azerbaijan.
Pada November, kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan gencatan senjata setelah pembicaraan yang ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Moskow mengumumkan akan mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut, untuk bertindak sebagai penghalang antara kedua belah pihak, serta untuk melindungi warga sipil.
Pemeriksa fakta telah mengeluarkan peringatan atas sejumlah video mengejutkan yang muncul dari pertempuran di Nagorno-Karbakh, yang mereka klaim sebagai bagian dari "perang informasi" yang sedang berlangsung. Satu video, yang menarik lebih dari seperempat juta penayangan di Twitter, menunjukkan orang Iran menyaksikan bentrokan pasukan Azerbaijan dan Armenia, seolah-olah itu adalah acara olahraga. Namun, sejak itu terungkap bahwa video itu diambil dari peragaan ulang militer di Rusia pada 2019.
Baku juga menuduh Yerevan melakukan pelanggaran serupa terhadap hukum yang mengatur perang. Pada November, Azerbaijan mengumumkan bahwa mereka akan membuka penyelidikan atas potensi kejahatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak selama pertempuran sengit atas provinsi yang disengketakan itu.
Video lain yang dibagikan di media sosial dilaporkan menunjukkan pasukan Armenia mengeksekusi dan memenggal seorang tawanan perang Azerbaijan.
Pada November, kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan gencatan senjata setelah pembicaraan yang ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Moskow mengumumkan akan mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut, untuk bertindak sebagai penghalang antara kedua belah pihak, serta untuk melindungi warga sipil.
Pemeriksa fakta telah mengeluarkan peringatan atas sejumlah video mengejutkan yang muncul dari pertempuran di Nagorno-Karbakh, yang mereka klaim sebagai bagian dari "perang informasi" yang sedang berlangsung. Satu video, yang menarik lebih dari seperempat juta penayangan di Twitter, menunjukkan orang Iran menyaksikan bentrokan pasukan Azerbaijan dan Armenia, seolah-olah itu adalah acara olahraga. Namun, sejak itu terungkap bahwa video itu diambil dari peragaan ulang militer di Rusia pada 2019.
(min)
Lihat Juga :