Kata Iran, Dunia Akan Jadi Tempat Lebih Aman Tanpa Zionis Israel
Rabu, 09 Desember 2020 - 03:22 WIB
loading...
A
A
A
Selain Syamkhani, Mekdad telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat secara dramatis akhir bulan lalu setelah pembunuhan pada 27 November terhadap seorang ilmuwan nuklir senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Iran segera menyalahkan Israel atas serangan itu.
Tel Aviv sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang masalah tersebut. Namun, para pejabat Israel telah menyatakan kekhawatiran bahwa Iran mungkin membalas dengan menyerang misi diplomatik Israel di luar negeri, meluncurkan serangan rudal atau mengaktifkan proksinya yang terletak di perbatasan Israel.
Pekan lalu, Dewan Keamanan Nasional Israel memperingatkan bahwa warga Israel yang tinggal di negara-negara dekat Iran dapat menjadi sasaran. Pada saat yang sama, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The New York Times bahwa dunia harus berterima kasih karena Tel Aviv telah membunuh ilmuwan nuklir tersebut.
Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel segera setelah Revolusi Iran 1979. Sejak saat itu, para pejabat Iran telah berulang kali mengancam penghancuran Israel, dengan banyak pejabat Israel dan AS menganggap ancaman tersebut sebagai ancaman eksistensial terhadap keselamatan fisik populasi Yahudi di Israel. Namun, para pemimpin Iran dari Ayatollah Khomeini dan seterusnya telah berulang kali mengatakan bahwa
perselisihan mereka adalah dengan Zionisme, bukan Yudaisme atau Yahudi.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat secara dramatis akhir bulan lalu setelah pembunuhan pada 27 November terhadap seorang ilmuwan nuklir senior Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Iran segera menyalahkan Israel atas serangan itu.
Tel Aviv sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang masalah tersebut. Namun, para pejabat Israel telah menyatakan kekhawatiran bahwa Iran mungkin membalas dengan menyerang misi diplomatik Israel di luar negeri, meluncurkan serangan rudal atau mengaktifkan proksinya yang terletak di perbatasan Israel.
Pekan lalu, Dewan Keamanan Nasional Israel memperingatkan bahwa warga Israel yang tinggal di negara-negara dekat Iran dapat menjadi sasaran. Pada saat yang sama, seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The New York Times bahwa dunia harus berterima kasih karena Tel Aviv telah membunuh ilmuwan nuklir tersebut.
Iran memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel segera setelah Revolusi Iran 1979. Sejak saat itu, para pejabat Iran telah berulang kali mengancam penghancuran Israel, dengan banyak pejabat Israel dan AS menganggap ancaman tersebut sebagai ancaman eksistensial terhadap keselamatan fisik populasi Yahudi di Israel. Namun, para pemimpin Iran dari Ayatollah Khomeini dan seterusnya telah berulang kali mengatakan bahwa
perselisihan mereka adalah dengan Zionisme, bukan Yudaisme atau Yahudi.
(min)
Lihat Juga :