Kim Jong-un Panik, Isolasi Satu Kota Cegah Penyebaran Covid-19
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya harga makanan pun melonjak naik. Harga kubis, yang digunakan untuk membuat kimchi, naik hingga lima kali lipat. Harga beras juga melonjak di Hyesan, di provinsi Yanggang, dengan otoritas lokal dipaksa untuk memberlakukan kontrol harga yang ketat pada makanan dan barang.(Baca juga: Korsel Ragukan Klaim Korut Tidak Miliki Kasus Infeksi Covid-19 )
“Dengan pasar tutup untuk sementara waktu, penduduk sekitar Pasar Sunam telah pindah ke tanggul Sungai Susong untuk berdagang barang dagangan mereka," kata sumber-sumber tersebut.
"Meski begitu, petugas keamanan dan patroli mengusir mereka, jadi mereka menjual barang-barang mereka saat bepergian," sumber-sumber itu menambahkan.
Penduduk setempat dikatakan marah atas pembatasan tersebut, dengan mengatakan pihak berwenang harus memberi mereka mata pencaharian bahkan ketika mereka mencoba mengendalikan penyakit menular dan semua orang akan mati kelaparan pada tingkat ini.
Kim Jong-un sambil menangis meminta maaf kepada warga Korut selama parade peringatan 75 tahun Partai Buruh yang berkuasa atas kesulitan yang disebabkan oleh pandemi virus Corona, termasuk serangan terhadap persediaan makanan.
Berbicara pada bulan Oktober lalu, diktator muda Korut itu berkata: “Orang-orang kami telah menaruh kepercayaan, setinggi langit dan sedalam laut, kepada saya, tetapi saya telah gagal untuk selalu menjalaninya dengan memuaskan. Saya sangat menyesal untuk itu."(Baca juga: Langgar Karantina Covid-19, Pria Korut Dieksekusi Tembak di Depan Umum )
“Meskipun saya dipercayakan dengan tanggung jawab penting untuk memimpin negara ini dengan menjunjung tinggi perjuangan greta kamerad Kim Il-sung dan Kim Jong-il berkat kepercayaan semua orang, upaya dan ketulusan saya belum cukup untuk menyingkirkan orang-orang dari kesulitan dalam hidup mereka," imbuhnya.
“Dengan pasar tutup untuk sementara waktu, penduduk sekitar Pasar Sunam telah pindah ke tanggul Sungai Susong untuk berdagang barang dagangan mereka," kata sumber-sumber tersebut.
"Meski begitu, petugas keamanan dan patroli mengusir mereka, jadi mereka menjual barang-barang mereka saat bepergian," sumber-sumber itu menambahkan.
Penduduk setempat dikatakan marah atas pembatasan tersebut, dengan mengatakan pihak berwenang harus memberi mereka mata pencaharian bahkan ketika mereka mencoba mengendalikan penyakit menular dan semua orang akan mati kelaparan pada tingkat ini.
Kim Jong-un sambil menangis meminta maaf kepada warga Korut selama parade peringatan 75 tahun Partai Buruh yang berkuasa atas kesulitan yang disebabkan oleh pandemi virus Corona, termasuk serangan terhadap persediaan makanan.
Berbicara pada bulan Oktober lalu, diktator muda Korut itu berkata: “Orang-orang kami telah menaruh kepercayaan, setinggi langit dan sedalam laut, kepada saya, tetapi saya telah gagal untuk selalu menjalaninya dengan memuaskan. Saya sangat menyesal untuk itu."(Baca juga: Langgar Karantina Covid-19, Pria Korut Dieksekusi Tembak di Depan Umum )
“Meskipun saya dipercayakan dengan tanggung jawab penting untuk memimpin negara ini dengan menjunjung tinggi perjuangan greta kamerad Kim Il-sung dan Kim Jong-il berkat kepercayaan semua orang, upaya dan ketulusan saya belum cukup untuk menyingkirkan orang-orang dari kesulitan dalam hidup mereka," imbuhnya.
Lihat Juga :