Masuk Eropa Harus Miliki Paspor Imun Covid-19

Selasa, 08 Desember 2020 - 07:06 WIB
loading...
A A A
Bagaimanapun, Inggris bukanlah satu-satunya negara yang akan menerapkan paspor kekebalan tubuh. Langkah serupa juga diambil Jerman, Swiss, dan Chile. Ketiga negara itu berharap paspor kekebalan tubuh dapat memulihkan perputaran roda ekonomi dan menghilangkan kecemasan masyarakat atas Covid-19.

Di Jerman, para ilmuwan sudah menyiapkan kajian massal paspor imunitas untuk menyiapkan kembali kehidupan normal, di mana orang bisa kembali bekerja dan anak-anak bisa kembali sekolah. Menurut pakar kesehatan publik dari German Centre for Infection Research, paspor imunitas akan memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan publik.

Hal senada diungkapkan Gerard Krause, kepala epedimologi di Helmholtz Centre for Infection Research di Braunschweig. Dia mengungkapkan, bagi mereka yang memiliki paspor imunitas atau orang yang sudah divaksin akan bebas melaksanakan aktivitas. (Baca juga: Penanganan Terkini Kanker Usus Besar)

Sedangkan Estonia menjadi negara Eropa yang cukup lama telah mengusulkan paspor imunitas . Tavvet Hinrikus, pendiri firma pertukaran uang TransferWise, membantu mengembangkan sistem aplikasi ponsel sebagai basis untuk paspor imunitas.

"Paspor ini sebagai upaya untuk menjaga orang tua dan kesehatan,"kata Hinrikus, dilansir BBC. Bagi orang yang memiliki paspor imunitas, menurut dia, mereka bisa bekerja dengan manula dan harus diberlakukan bagi pekerja di garda depan.

Lantas apa dampak dari paspor imunitas itu?Pakar psikologi kesehatan dari Universitas College London Robert West mengatakan, kalau paspor imunitas akan memecah belah masyarakat. "Bisa dibayangkan jika seseorang memiliki paspor imunitas, maka orang akan membukakan pintu. Tapi, bagi yang tidak memiliki paspor imunitas, dia tidak akan diterima di sebagian kalangan," ujarnya. (Baca juga: Peneliti Korea Buat Biodiesel dari Kardus Bekas)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved