Yunani: Aksi Turki Ancam Stabilitas Eropa dan Arab

Senin, 07 Desember 2020 - 15:49 WIB
loading...
Yunani: Aksi Turki Ancam...
Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias mengatakan, Turki sedang melakukan operasi militer di tanah asing dan menduduki tanah di negara tetangganya. Foto/REUTERS
A A A
ATHENA - Menteri Luar Negeri Yunani, Nikos Dendias mengatakan, Turk i sedang melakukan operasi militer di tanah asing dan menduduki tanah di negara tetangganya. Langkah ini dinilai mengancam dan akan memicu perang. Dia menyebut aksi Turki tersebut mengancam stabilitas Eropa, Arab, dan Kaukasus.

Dia menunjukan, Turki mempermasalahkan kedaulatan dan hak kedaulatan negara-negara Eropa, menunjukkan bahwa Turki mentransfer ekstremis, dan mencampuri urusan dalam negeri negara lain dengan mendukung gerakan ekstremis.( Baca juga: Yunani Beli F-35, Turki Akan Gunakan S-400 )

"Jika penyimpangan Turki dari nilai-nilai Eropa tidak dikutuk, mereka yang menganjurkan modernisasi dan meningkatkan hubungan dengan Eropa dalam masyarakat Turki akan melemah di arena domestik," ucap Dendias, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/12/2020).

Diplomat senior Yunani tersebut menuduh Ankara mengeksploitasi krisis migran dan melanggar hak asasi manusia secara lokal, dan menciptakan pengaruh di wilayah tersebut. Ia menilai Turki telah menjadi ancaman nyata bagi stabilitas Eropa, Timur Tengah, dunia Arab, dan kawasan Kaukasus pada umumnya.

Dua sekutu NATO, Yunani dan Turki, telah terlibat konfrontasi di Mediterania timur. Ketegangan dipicu oleh tindakan Turki melakukan mengeksplorasi cadangan energi di dasar laut di area yang diklaim Yunani berada di dalam landas kontinennya. ( Baca juga: CIA Pernah Ingin Gunakan Petir Sebagai Senjata Pembunuh )

Ankara mengatakan memiliki hak untuk menjelajah dan mencari cadangan energi di sana, dan menuduh Yunani mencoba merebut bagian sumber daya laut yang tidak adil.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
Megawati Hangestri Diminati...
Megawati Hangestri Diminati Klub Jepang, Turki, dan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved