Pakar: Netanyahu Mungkin Maju Sebagai Presiden Israel untuk Hindari Tuntutan Hukum

Minggu, 06 Desember 2020 - 23:55 WIB
loading...
Pakar: Netanyahu Mungkin...
PM Israel Benjamin Netanyahu. FOTO/Reuters
A A A
TEL AVIV - Sejumlah pakar memprediksi bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mungkin maju sebagai Presiden Israel untuk menghindari tuntutan hukum. Hukum Israel tidak melarang seorang yang sedang memiliki masalah hukum untuk maju sebagai presiden negara itu.

"Undang-undang dasar Israel tidak membatasi seseorang yang dituduh melakukan suap untuk mencalonkan diri sebagai presiden," ujar Suzie Navot, pakar hukum konstitusional dan parlementer Israel.

(Baca: Menteri Israel Benarkan Pertemuan Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi )

"Ini karena Presiden Israel tidak memegang kekuasaan fungsional apa pun. Tetapi jelas bahwa ia harus menjadi orang yang dapat memberi teladan bagi semua," sambungnya.

Belum jelas mengapa Netanyahu berpotensi ingin melepaskan jabatannya, di mana ia menikmati kekuasaan dan pengaruh, dan memilih posisi yang terutama melibatkan penerimaan kredensial diplomat asing, partisipasi dalam upacara simbolis, dan pemberian pengampunan kepada tahanan.

"Sementara Perdana Menteri Israel dapat diadili, presiden kebal terhadap aktivitas semacam itu. Undang-undang Israel tidak mengizinkan (pihak berwenang) untuk menuntutnya atas pelanggaran yang dilakukan selama tujuh tahun masa jabatannya," ungkap Navot.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Berita Terkini
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved