Dibayar Rp5 Triliun, AS Perpanjang Misi Pelatihan Militer di Arab Saudi
Jum'at, 04 Desember 2020 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Ada seruan yang meningkat oleh anggota parlemen AS agar pemerintah menghentikan dukungannya terhadap militer Saudi sebagai akibat dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan di Yaman. (Lihat Video: Usai Imunisasi, Seorang Balita di Tulang Bawang Meninggal Dunia)
Pada September 2019, sekelompok anggota parlemen dari Partai Republik dan Partai Demokrat berkampanye mengakhiri perang yang dipimpin Saudi di Yaman, dengan memblokir dukungan logistik AS untuk serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Presiden AS terpilih Joe Biden berjanji mengakhiri dukungan negaranya terhadap perang Arab Saudi di Yaman saat ia menjadi presiden.
"Di bawah Pemerintahan Biden-Harris, kami akan meninjau lagi hubungan kita dengan Kerajaan (Arab Saudi), mengakhiri dukungan AS untuk perang Arab Saudi di Yaman, dan memastikan Amerika tidak memeriksa nilai-nilainya di pintu untuk menjual senjata atau membeli minyak," ujar Biden saat kampanye pemilu.
Pada September 2019, sekelompok anggota parlemen dari Partai Republik dan Partai Demokrat berkampanye mengakhiri perang yang dipimpin Saudi di Yaman, dengan memblokir dukungan logistik AS untuk serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Presiden AS terpilih Joe Biden berjanji mengakhiri dukungan negaranya terhadap perang Arab Saudi di Yaman saat ia menjadi presiden.
"Di bawah Pemerintahan Biden-Harris, kami akan meninjau lagi hubungan kita dengan Kerajaan (Arab Saudi), mengakhiri dukungan AS untuk perang Arab Saudi di Yaman, dan memastikan Amerika tidak memeriksa nilai-nilainya di pintu untuk menjual senjata atau membeli minyak," ujar Biden saat kampanye pemilu.
(sya)
Lihat Juga :