Horor Covid-19 di India: Mayat-mayat Tergeletak di Sebelah Pasien RS
Selasa, 12 Mei 2020 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Kejadian itu membuat Ingale diturunkan jabatannya. Pemimpin baru rumah sakit, Dr Ramesh Bharmal, mengatakan kepada The Guardian; "Hal-hal seperti itu tidak akan terjadi lagi".
"Inti masalahnya adalah mendidik keluarga pasien. Jika seorang pasien menjadi serius, kami akan membawa kerabat dan menasihati mereka agar tidak takut. Ini adalah masalah sosial. Orang-orang perlu dididik tentang penyakit ini dan bagaimana aman untuk mengambil jasad dan melakukan ritual terakhir. Kami harus mendidik mereka," ujarnya, yang dilansir Selasa (12/5/2020).
Bharmal mengatakan jika keluarga menolak untuk mengambil jasad kerabat mereka, maka petugas rumah sakit akan pergi ke rumah mereka untuk menjelaskan bagaimana mereka dapat melakukan pemakaman dengan aman dan, jika perlu, menawarkan mereka alat pelindung diri (APD) agar dikenakan untuk pemakaman.
Selain di rumah sakit Sion, Mumbai, ada juga pemandangan serupa di rumah sakit KEM di kota yang sama. Seorang kerabat mengatakan kepada wartawan bahwa dia secara diam-diam merekam jasad anggota keluarganya berbaring di sana untuk sementara waktu.
Video itu memperlihatkan bangsal yang penuh sesak yang dipenuhi tak hanya pasien dan staf medis, tetapi juga kerabat pasien. Tak ada jarak sosial dan tanpa isolasi dari mereka yang dicurigai terinfeksi Covid-19. Dua pasien terlihat berbagi tempat tidur.
Dalam kejadian lainnya, seorang pria dengan gejala Covid-19 dibawa oleh keluarganya ke dua rumah sakit pada hari Jumat dan ditolak masuk dengan alasan tidak tersedia tempat tidur. Dia akhirnya dirawat di Rumah Sakit KEM, di mana dia meninggal dalam keadaan darurat. Korban dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
"Inti masalahnya adalah mendidik keluarga pasien. Jika seorang pasien menjadi serius, kami akan membawa kerabat dan menasihati mereka agar tidak takut. Ini adalah masalah sosial. Orang-orang perlu dididik tentang penyakit ini dan bagaimana aman untuk mengambil jasad dan melakukan ritual terakhir. Kami harus mendidik mereka," ujarnya, yang dilansir Selasa (12/5/2020).
Bharmal mengatakan jika keluarga menolak untuk mengambil jasad kerabat mereka, maka petugas rumah sakit akan pergi ke rumah mereka untuk menjelaskan bagaimana mereka dapat melakukan pemakaman dengan aman dan, jika perlu, menawarkan mereka alat pelindung diri (APD) agar dikenakan untuk pemakaman.
Selain di rumah sakit Sion, Mumbai, ada juga pemandangan serupa di rumah sakit KEM di kota yang sama. Seorang kerabat mengatakan kepada wartawan bahwa dia secara diam-diam merekam jasad anggota keluarganya berbaring di sana untuk sementara waktu.
Video itu memperlihatkan bangsal yang penuh sesak yang dipenuhi tak hanya pasien dan staf medis, tetapi juga kerabat pasien. Tak ada jarak sosial dan tanpa isolasi dari mereka yang dicurigai terinfeksi Covid-19. Dua pasien terlihat berbagi tempat tidur.
Dalam kejadian lainnya, seorang pria dengan gejala Covid-19 dibawa oleh keluarganya ke dua rumah sakit pada hari Jumat dan ditolak masuk dengan alasan tidak tersedia tempat tidur. Dia akhirnya dirawat di Rumah Sakit KEM, di mana dia meninggal dalam keadaan darurat. Korban dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
Lihat Juga :