Pangeran Arab Saudi yang Ditahan Dipindahkan ke Lokasi Rahasia
Kamis, 03 Desember 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada bulan Agustus, dua kelompok HAM—MENA Rights Group yang berbasis di Jenewa dan ALQST yang berbasis di London—mengajukan pengaduan kepada PBB atas penahanan mereka.
Sumber yang dekat dengan pangeran tersebut mengatakan Pangeran Salman dan ayahnya tidak pernah sekalipun diinterogasi sejak penahanan mereka. Hal itu menambah daftar kesewenang-wenangan atas penahanan mereka.
Para pengamat mengatakan apa yang mungkin membuat kesal pihak istana kerajaan adalah pertemuan Pangeran Salman dengan Anggota Kongres Partai Demokrat AS Adam Schiff tepat sebelum pemilu AS pada 2016.
Schiff adalah kritikus Presiden AS Donald Trump, pendukung setia Putra Mahkota Mohammad bin Salman.
Selama kampanye, Presiden terpilih AS Joe Biden mengancam akan mengubah Kerajaan Arab Saudi menjadi "paria".
Tapi Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah KTT G20 bulan lalu dengan hampir tidak ada penyebutan masalah HAM dari para pemimpin negara terkaya di dunia, tampaknya tidak berminat untuk tunduk pada tekanan internasional.
Sumber yang dekat dengan pangeran tersebut mengatakan Pangeran Salman dan ayahnya tidak pernah sekalipun diinterogasi sejak penahanan mereka. Hal itu menambah daftar kesewenang-wenangan atas penahanan mereka.
Para pengamat mengatakan apa yang mungkin membuat kesal pihak istana kerajaan adalah pertemuan Pangeran Salman dengan Anggota Kongres Partai Demokrat AS Adam Schiff tepat sebelum pemilu AS pada 2016.
Schiff adalah kritikus Presiden AS Donald Trump, pendukung setia Putra Mahkota Mohammad bin Salman.
Selama kampanye, Presiden terpilih AS Joe Biden mengancam akan mengubah Kerajaan Arab Saudi menjadi "paria".
Tapi Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah KTT G20 bulan lalu dengan hampir tidak ada penyebutan masalah HAM dari para pemimpin negara terkaya di dunia, tampaknya tidak berminat untuk tunduk pada tekanan internasional.
(min)
Lihat Juga :