Trump Tumbang, Apakah Era Populisme Akan Tenggelam?

Kamis, 03 Desember 2020 - 10:13 WIB
loading...
A A A
Di Brasil, Presiden Jair Bolsanaro yang dianggap gagal dalam mengatasi pandemi, tetapi popularitasnya justru mengalami peningkatan yang tajam. Kenapa? Kebijakan kompensasi kepada warga Brasil yang kehilangan pekerjaan mampu membangun kepercayaan terhadap Bolsanaro. (Baca juga: Perkuliahan Tahun Depan Terapkan Campuran Tatap Muka dan Daring)

Cerita yang sama juga terjadi di Rusia. Tingkat popularitas Putin pernah mencapai titik terendah sepanjang sejarah pada Mei silam hingga 59% ketika infeksi virus korona meningkat. Tapi, itu tidak berlangsung lama. Levada Center mencatat popularitas Putin meningkat hingga 69% karena dia berhasil menangkal gelombang kedua Covid-19.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga gagal mengatasi pandemi juga. Popularitas merosot tajam di bawah 50% selama musim semi dan panas lalu. Namun, popularitasnya kembali pulih meski kasus korona di negaranya terus meningkat.

Pemimpin populis di Asia juga menunjukkan tren menguat. Di India, Perdana Menteri (PM) Narendra Modi justru menguat karena Partai Bharatiya Janata beraliran sayap kanan nasionalis berhasil memenangkan pemilu di negara bagian. Kemudian, popularitas Presiden Filipina Rodrigo Duterte juga cenderung meningkat.

Di Eropa tengah, tren populisme juga semakin meningkat. Di Polandia, Partai Hukum dan Keadilan yang berkuasa mendoronga pembelakuan hukum aborsi yang ditentang oposisi. Di Hungaria, Perdana Menteri Viktor Orbán mengajukan perubahan undang-undang untuk memperkuat kekuasaan. Di Prancis, Marine Le Pen yang memimpin kelompok kanan jauh juga tetap memperoleh dukungan luas. (Baca juga: Manfaat konsumsi Air Rebusan Jahe di Pagi Hari)

“Gerakan populis dari dari perubahan budaya jangka panjang, sehingga kamu tidak dapat memperkirakan mereka akan tenggelam. Meskipun citra brand itu rusak dengan kekakalah Trump sebagai pemimpin global populisme,” kata Pippa Norris dari Kennedy School of Government, Universitas Harvard, kepada CNN.

Pemimpin populis muncul dipicu sejumlah peristiwa besar seperti krisis keuangan pada 2007-2008 dan gelombang pengungsi ke Eropa pada 2015. Itu mendorong munculnya partai populis yang cenderung anti-imigran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved