Duterte Izinkan Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Keperluan Darurat
Rabu, 02 Desember 2020 - 20:33 WIB
loading...
Duterte mengeluarkan perintah eksekutif yang memberikan kewenangan kepada FDA untuk memberikan izin obat dan vaksin Covid-19 untuk penggunaan darurat. Foto/REUTERS
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina , Rodrigo Duterte mengeluarkan perintah eksekutif yang memberikan kewenangan kepada Food and Drug Administration (FDA) untuk memberikan izin obat dan vaksin Covid-19 untuk penggunaan darurat. Filipina berencana melakukan vaksinasi massal pada tahun depan.
Filipina ingin mulai melakukan vaksinasi terhadap 25 juta orang tahun depan. Manila berharap hal ini dapat memulihkan situasi setelah hampir sembilan bulan pembatasan yang keras dan mencegah ekonomi tenggelam lebih dalam ke dalam resesi. ( Baca juga: Pertama di Dunia, Vaksin Covid Pfizer Digunakan di Inggris Pekan Depan )
FDA sekarang dapat memberikan otorisasi penggunaan darurat (EUA) jika ada alasan untuk percaya bahwa obat atau vaksin tersebut mungkin efektif dalam mencegah, mendiagnosis, atau mengobati Covid-19 dan jika potensi manfaatnya lebih besar daripada kemungkinan resikonya.
"EUA juga harus dikeluarkan jika tidak ada alternatif yang memadai, disetujui dan tersedia untuk obat atau vaksin. Pengadaan nasional atau pelaksana program kesehatan masyarakat dapat mengajukan EUA," bunyi perintah eksekutif Duterte, seperti dilansir Reuters pada Rabu (2/12/2020).
Filipina, yang memiliki jumlah kasus virus Corona terkonfirmasi dan kematian terbanyak kedua di Asia Tenggara, berlomba untuk mengunci pasokan vaksin karena menargetkan untuk mengimunisasi sepertiga dari 108 juta populasinya.
Manila telah melakukan pembicaraan dengan setidaknya empat pembuat vaksin tentang kesepakatan pasokan dan sejauh ini telah mendapatkan lebih dari dua juta dosis vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. ( Baca juga: Target Jadi Negara Maju, Indonesia Tak Mau 'Seapes' Filipina )
Filipina ingin mulai melakukan vaksinasi terhadap 25 juta orang tahun depan. Manila berharap hal ini dapat memulihkan situasi setelah hampir sembilan bulan pembatasan yang keras dan mencegah ekonomi tenggelam lebih dalam ke dalam resesi. ( Baca juga: Pertama di Dunia, Vaksin Covid Pfizer Digunakan di Inggris Pekan Depan )
FDA sekarang dapat memberikan otorisasi penggunaan darurat (EUA) jika ada alasan untuk percaya bahwa obat atau vaksin tersebut mungkin efektif dalam mencegah, mendiagnosis, atau mengobati Covid-19 dan jika potensi manfaatnya lebih besar daripada kemungkinan resikonya.
"EUA juga harus dikeluarkan jika tidak ada alternatif yang memadai, disetujui dan tersedia untuk obat atau vaksin. Pengadaan nasional atau pelaksana program kesehatan masyarakat dapat mengajukan EUA," bunyi perintah eksekutif Duterte, seperti dilansir Reuters pada Rabu (2/12/2020).
Filipina, yang memiliki jumlah kasus virus Corona terkonfirmasi dan kematian terbanyak kedua di Asia Tenggara, berlomba untuk mengunci pasokan vaksin karena menargetkan untuk mengimunisasi sepertiga dari 108 juta populasinya.
Manila telah melakukan pembicaraan dengan setidaknya empat pembuat vaksin tentang kesepakatan pasokan dan sejauh ini telah mendapatkan lebih dari dua juta dosis vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. ( Baca juga: Target Jadi Negara Maju, Indonesia Tak Mau 'Seapes' Filipina )
(esn)
Lihat Juga :