Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Pilpres

Rabu, 02 Desember 2020 - 06:47 WIB
loading...
Jaksa Agung AS: Tidak...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), William Barr mengatakan, Departemen Kehakiman tidak menemukan bukti kecurangan pemilihan presiden (pilpres) yang meluas dalam pemilu bulan lalu. Hal itu diungkapkan Barr saat Presiden petahana Donald Trump terus berusaha keras untuk membalikkan kekalahannya dalam pilpres.

"Sampai saat ini, kami belum melihat kecurangan dalam skala yang dapat mempengaruhi hasil yang berbeda dalam pemilu," kata Barr seperti dinukil dari Associated Press, Rabu (2/12/2020).

Barr mengatakan jaksa dan agen FBI telah bekerja untuk menindaklanjuti keluhan dan informasi spesifik yang mereka terima.



Pernyataan Barr tersebut langsung menuai kritik dari pengacara Trump, Rudy Giuliani, dan tim kampanyenya. Mereka pun mengeluarkan pernyataan pedas.

"Dengan segala hormat kepada Jaksa Agung, belum ada kesamaan antara penyelidikan dengan keluhan Presiden," kata mereka.

Barr bulan lalu memerintahkan jaksa AS di seluruh negara bagian untuk melakukan penyelidikan terhadap kecurangan pilpres sebelum hasil pemilihan disahkan, meskipun pada saat itu tidak ada bukti adanya kecurangan yang meluas.(Baca juga: Jaksa Agung AS Perintahkan Penyelidikan Kecurangan Pilpres )

Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengalahkan Trump dalam pilpres 3 November lalu dengan selisih cukup lebar 306 berbanding 232 suara Electoral College negara bagian yang memilih presiden, serta dengan lebih dari 6,2 juta suara dalam pemilihan umum.

Meskipun demikian, Trump terus mengklaim dengan lantang dan tanpa bukti bahwa pemilihan tersebut diwarnai oleh kecurangan yang meluas. Klaim yang berulang kali ditolak oleh pejabat negara bagian dan federal.(Baca juga: Jadi Sejarah AS, Biden Tunjuk Tim Komunikasi yang Semuanya Perempuan )

Kampanye Trump meminta Mahkamah Agung Wisconsin pada hari Selasa untuk menentukan apakah 221.000 surat suara yang tidak hadir yang diduga kurang informasi harus dikeluarkan dari total suara. Biden memenangkan negara bagian dengan sekitar 20.000 suara seperti dikutip dari Reuters.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved