China Tidak Berlakukan Sanksi Korut, AS Kesal

Rabu, 02 Desember 2020 - 02:25 WIB
loading...
A A A
Kim Jong-un kemudian memperingatkan bahwa dia tidak akan lagi terikat oleh moratorium yang diberlakukannya sendiri terkait uji coba nuklir dan rudal jarak jauh, meskipun ancaman tersebut belum menindaklanjutinya.(Baca juga: AS Berharap Kim Jong-un Tepati Komitmen Lakukan Denuklirisasi Korut )

Pernyataan Wong menunjukkan apa yang kemungkinan akan menjadi pendekatan diplomatik yang lebih rendah hati di Korut oleh Presiden terpilih Joe Biden, yang menuduh Trump memvalidasi "preman" dengan bertemu Kim Jong-un.

Korut, yang memiliki sejarah "menunjukkan ototnya" saat presiden baru AS mengambil alih, adalah salah satu negara terakhir yang tidak memberi selamat kepada Biden. Media pemerintah hampir tidak memberikan sambutan hangat, sebelumnya bahkan menyebut Biden sebagai "anjing gila" yang "harus dipukuli sampai mati."

Kelompok bantuan telah menyuarakan ketakutan yang meningkat tentang situasi kemanusiaan di Korut, di mana setidaknya ratusan ribu orang tewas dalam kelaparan pada tahun 1990-an.

Katharina Zellweger, mantan direktur Swiss Agency for Development and Cooperation untuk Korut, mengatakan kepada acara think-tank bahwa penguncian Covid-19 telah memperburuk distribusi kebutuhan di negara di mana 40 persen orang tetap tidak aman pangan.

Dia menyuarakan keprihatinan tentang sanksi tersebut, dengan mengatakan bahwa sanksi itu memiliki efek tidak langsung meskipun barang-barang kemanusiaan dikecualikan.

"Seluruh perekonomian menderita karena pembatasan impor dan ekspor dan rakyat biasa merasakan sakitnya," kata Zellweger, yang sekarang menjalankan kelompok non-pemerintah KorAid.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Iran Serang Israel Lagi,...
Iran Serang Israel Lagi, Ledakan Guncang Yerusalem
Rekomendasi
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved