China Tidak Berlakukan Sanksi Korut, AS Kesal
Rabu, 02 Desember 2020 - 02:25 WIB
loading...
A
A
A
"Pencabutan sanksi prematur yang tidak dapat dicapai oleh Beijing melalui pintu depan diplomatik, malah berusaha dicapai melalui pintu belakang," ujar Wong.
"Contoh dari kegagalan kronis ini sangat banyak, berkembang dan mengkhawatirkan," imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa kapal-kapal AS memberikan informasi ke Beijing 46 kali sejak 2019 tentang penyelundupan bahan bakar Korut di perairan China, dan dalam setahun terakhir mengamati 555 kasus pengiriman batu bara Korut dari ekspor yang dikenai sanksi lainnya ke China.
"Dalam kesempatan ini, otoritas China tidak bertindak untuk menghentikan impor ilegal ini. Tidak sekali pun," ucap Wong.(Baca juga: Ada Aktivitas di Pabrik Rahasia, Korut Dicurigai Bikin Senjata Nuklir Baru )
Wong mengatakan bahwa 20.000 pekerja Korut masih bekerja di China, bertentangan dengan upaya yang didukung PBB untuk menghentikan apa yang secara luas dilihat sebagai kerja paksa yang diekspor rezim untuk pendapatan.
China telah mendorong untuk meringankan sanksi terhadap Korut, percaya bahwa rezim harus melihat insentif untuk komitmen denuklirisasi, dan secara luas dipandang mengkhawatirkan ledakan ekonomi di tetangganya yang miskin itu.
Trump secara terang-terangan telah berbicara tentang pemimpin Korut Kim Jong-un, mengatakan mereka berdua "jatuh cinta" setelah pertemuan puncak pertama mereka di Singapura dan dapat mencapai kesepakatan bersejarah.
Tetapi di bawah tekanan dari para pembantunya, Trump menolak untuk melonggarkan sanksi pada pertemuan puncak kedua bulan Februari 2019 di Hanoi.
"Contoh dari kegagalan kronis ini sangat banyak, berkembang dan mengkhawatirkan," imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa kapal-kapal AS memberikan informasi ke Beijing 46 kali sejak 2019 tentang penyelundupan bahan bakar Korut di perairan China, dan dalam setahun terakhir mengamati 555 kasus pengiriman batu bara Korut dari ekspor yang dikenai sanksi lainnya ke China.
"Dalam kesempatan ini, otoritas China tidak bertindak untuk menghentikan impor ilegal ini. Tidak sekali pun," ucap Wong.(Baca juga: Ada Aktivitas di Pabrik Rahasia, Korut Dicurigai Bikin Senjata Nuklir Baru )
Wong mengatakan bahwa 20.000 pekerja Korut masih bekerja di China, bertentangan dengan upaya yang didukung PBB untuk menghentikan apa yang secara luas dilihat sebagai kerja paksa yang diekspor rezim untuk pendapatan.
China telah mendorong untuk meringankan sanksi terhadap Korut, percaya bahwa rezim harus melihat insentif untuk komitmen denuklirisasi, dan secara luas dipandang mengkhawatirkan ledakan ekonomi di tetangganya yang miskin itu.
Trump secara terang-terangan telah berbicara tentang pemimpin Korut Kim Jong-un, mengatakan mereka berdua "jatuh cinta" setelah pertemuan puncak pertama mereka di Singapura dan dapat mencapai kesepakatan bersejarah.
Tetapi di bawah tekanan dari para pembantunya, Trump menolak untuk melonggarkan sanksi pada pertemuan puncak kedua bulan Februari 2019 di Hanoi.
Lihat Juga :