China Tidak Berlakukan Sanksi Korut, AS Kesal

Rabu, 02 Desember 2020 - 02:25 WIB
loading...
China Tidak Berlakukan...
AS kesal China tidak berlakukan sanksi Korut. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengkritik China dengan tajam karena tidak memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara (Korut) . Washington pun berjanji untuk meningkatkan upayanya sendiri seiring harapan yabg memudar untuk teroboson di menit terakhir di bawah Presiden Donald Trump yang akan lengser.

Departemen Luar Negeri AS meluncurkan situs baru, DPRKrewards.com, yang akan memberikan bayaran hingga USD5 juta sebagai tip untuk meningkatkan sanksi terhadap Korut, termasuk pada bisnis di China.

"Saya ingin memberi tahu Anda lebih banyak yang akan datang," kata Alex Wong, wakil khusus perwakilan AS untuk Korut, terkait sanksi.



Dalam pidatonya di Pusat Kajian Strategis dan Internasional, Wong mengakui bahwa Pyongyang belum mengambil langkah konkret apa pun menuju denuklirisasi dan menyuarakan kewaspadaan atas peluncuran rudal jarak jauh besar-besaran pada sebuah parade di bulan Oktober.

"Mencabut sanksi dan memompa lebih banyak pendapatan ke DPRK sementara fasilitas rudal dan produksi nuklirnya terus bersenandung adalah sesuatu yang tidak akan pernah kami lakukan," kata Wong, mengacu pada nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea seperti dilansir dari AFP, Rabu (2/12/2020).

Penilaiannya yang keras kepala kontras dengan pernyataan-pernyataan indah Trump, yang telah sesumbar bahwa dia mencegah bencana perang dan mengatakan dia pantas mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.(Baca juga: Analis AS: Kim Jong-un dan Keluarganya Disuntik Vaksin Covid-19 China )

Tetapi Wong sebagian besar membidik China, yang sering menjadi sasaran pemerintahan Trump, karena dia menuduh Beijing mengabaikan sanksi PBB yang dipilihnya sendiri di Dewan Keamanan atas program rudal dan nuklir sekutunya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Iran Ancam Bikin Timur...
Iran Ancam Bikin Timur Tengah Membara Lagi, Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
Berita Terkini
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved