AS Kembali Kirim Pesawat Bomber B-52 ke Timur Tengah, Ini Alasannya

Selasa, 01 Desember 2020 - 17:01 WIB
loading...
A A A
Christopher C Miller, penjabat Menteri Pertahanan AS yang baru ditunjuk Presiden AS Donald Trump pada 11 November, telah memindahkan banyak hal.

Dia mengarahkan asisten menteri pertahanan untuk operasi khusus yang melapor langsung kepadanya dalam beberapa hari terakhir. Perubahan tersebut dikatakan sejalan dengan upaya memperkuat Kemhan untuk tetap unggul dalam melawan kekuatan besar Rusia dan China.

Angkatan Darat AS juga sedang berkonsolidasi di Eropa dan Afrika menjadi satu komando baru yang disebut USAREUR-AF.

“Sebagai bagian dari struktur komando baru, Satuan Tugas Angkatan Darat AS Afrika/Eropa Selatan ditunjuk kembali sebagai Satuan Tugas Angkatan Darat AS di Eropa Selatan,” ungkap pernyataan Angkatan Darat AS.

“Konsolidasi ini meningkatkan kesiapan global dan regional untuk mendukung Strategi Pertahanan Nasional,” papar Ryan D McCarthy, Sekretaris Angkatan Darat AS.

Dia menjelaskan, "Struktur baru ini akan meningkatkan efektivitas komando dan kontrol, fleksibilitas, dan kemampuan untuk melakukan operasi berskala besar, bersama, dan multi-domain."

Perombakan dan penyebaran B-52 membawa perubahan di Irak dan di Afghanistan serta menimbulkan pertanyaan tentang peran AS di Suriah. Semua ini berarti bahwa beberapa bulan ke depan bisa penuh dengan tantangan di kawasan ini.

B-52 yang terbang, sebagian besar tampak sebagai gerakan simbolis, karena AS tidak membutuhkannya untuk operasi saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved