AS Kembali Kirim Pesawat Bomber B-52 ke Timur Tengah, Ini Alasannya

Selasa, 01 Desember 2020 - 17:01 WIB
loading...
A A A
AS telah memiliki banyak pesawat tempur yang berbasis di wilayah tersebut, seperti di pangkalan udara Dhafra Uni Emirat Arab (UEA) dan grup kapal induk di sekitarnya serta sumber daya besar di seluruh area Komando Pusatnya.

B-52 jelas lebih berperan sebagai cara mengirim pesan, jenis pesan yang suka dikirim AS ke para sekutunya.

Pada 2018, pembom siluman B-2 dikerahkan ke Guam, dan pada Agustus tahun ini ke Diego Garcia. Ini semua jelas memamerkan kemampuan AS dengan pesawat yang jarang bertempur di medan asli itu.

Musuh Amerika kemungkinan besar sudah mengetahui hal ini, jadi tidak jelas apa yang akan dicapai dengan kehadiran pesawat bomber itu.

Sekutu AS di Timur Tengah juga mengetahui hal ini, dan mereka juga memiliki angkatan udara yang besar. Ini jelas bukan karena Israel, Mesir, dan lainnya kekurangan daya tempur mereka sendiri.

UEA sedang berusaha memperoleh F-35 AS dalam kesepakatan yang hendak disetujui pemerintah Trump saat ini, tetapi Kongres dan sektor lain mungkin berusaha memperlambat pengiriman jet siluman itu.

Untuk saat ini, B-52 tampaknya sudah cukup sebagai pesan yang jelas untuk musuh-musuh AS.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved