AS Tarik Rudal Patriot, Arab Saudi Siap Kerahkan Sistem Rudalnya Sendiri
Selasa, 12 Mei 2020 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco menyebabkan lonjakan harga minyak pada saat itu.
Kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi Arab Saudi dan Amerika Serikat menyalahkan Iran. Teheran membantah tuduhan tersebut.
Ali Shihabi, pendiri Arabia Foundation mengatakan kepada Al Arabiya bahwa penarikan dua baterai sistem misil Patriot AS tidak memengaruhi hubungan kedua negara."Penarikan hanya dua baterai Patriot yang dibawa untuk melindungi dua skuadron jet tempur Amerika yang sedang dirotasi," katanya.
Pekan lalu, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Washington menarik beberapa baterai sistem rudal Patriot karena beberapa pejabat Washington merasa bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman langsung bagi kepentingan strategis Amerika.
WSJ lebih lanjut melaporkan bahwa selain menarik sistem rudal Patriot dan lusinan personel militer, AS juga mempertimbangkan untuk mengurangi kehadiran tentara Angkatan Laut-nya di Teluk. Bahkan, Washington telah memerintahkan militernya untuk relokasi dua skuadron jet tempur dari wilayah itu.
Kelompok Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi Arab Saudi dan Amerika Serikat menyalahkan Iran. Teheran membantah tuduhan tersebut.
Ali Shihabi, pendiri Arabia Foundation mengatakan kepada Al Arabiya bahwa penarikan dua baterai sistem misil Patriot AS tidak memengaruhi hubungan kedua negara."Penarikan hanya dua baterai Patriot yang dibawa untuk melindungi dua skuadron jet tempur Amerika yang sedang dirotasi," katanya.
Pekan lalu, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Washington menarik beberapa baterai sistem rudal Patriot karena beberapa pejabat Washington merasa bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman langsung bagi kepentingan strategis Amerika.
WSJ lebih lanjut melaporkan bahwa selain menarik sistem rudal Patriot dan lusinan personel militer, AS juga mempertimbangkan untuk mengurangi kehadiran tentara Angkatan Laut-nya di Teluk. Bahkan, Washington telah memerintahkan militernya untuk relokasi dua skuadron jet tempur dari wilayah itu.
Lihat Juga :